'c1k4dutz666 was here.... Mencari Pemimpin (muda) Baru Indonesia | Survei Indo Barometer


Loading...
Indo Barometer
Survei
Indo Barometer
Barometer Prilaku Masyarakat Indonesia
Mencari Pemimpin (muda) Baru Indonesia?

Sabtu 12 Juli 2008
Download File


  1. Pemimpin Nasional vs Pemimpin Lokal? Di nasional agak stuck, tapi  di tingkat lokal cukup banyak wajah baru seperti antara lain tercermin  dalam beberapa hasil pilkada, misalnya Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat,  Sumatera Barat, Bengkulu.
  2. Apakah pemimpin baru berarti: Presiden baru yang bukan  incumbent? Presiden baru yang belum pernah jadi presiden? Presiden baru  yang belum pernah jadi capres di masa lalu? Presiden usia muda (dibawah  50 tahun)?
  3. Untuk mengecek potensi lahirnya pemimpin baru di tingkat  nasional (capres) dapat dilihat dari hasil survei nasional tentang  capres dan cawapres. Salah satunya lewat hasil survei nasional Indo  Barometer, Juni 2008, berikut ini.
    Artikel ini dilengkapi dengan  data PDF. klik di sini untuk download

I. PILIHAN CAPRES DAN CAWAPRES HARI INI

  1. Mengacu pada survei nasional Indo Barometer, Juni 2008 (pertanyaan  terbuka), jika ingin capres baru (non incumbent) potensi itu mungkin  terjadi karena Megawati sekarang yang terkuat. Namun jika yang dicari  adalah orang yang belum pernah menjabat, maka Mega tak masuk kualifikasi  pemimpin baru. Begitu juga jika yang dimaksud adalah orang-orang yang  belum pernah mencalonkan diri. Capres terkuat masih didominasi calon  yang pernah jadi presiden (Mega, SBY, Gus Dur), atau pernah jadi capres  (Wiranto, Amien).
  2. Tokoh yang belum pernah jadi capres namun cukup potensial  adalah Sri Sultan HB X, Hidayat Nur Wahid, dan Prabowo Subianto. Hidayat  Nur Wahid merupakan satu-satunya capres berusia di bawah 50 tahun.
  3. Mengapa capres-capres usia muda (dibawah 50 dan 40 tahun) belum  banyak muncul? Bagaimana respon publik nasional terhadap usul capres  usia muda? Apakah publik setuju atau tidak dengan pembatasan usia  maksimal dan minimal? Kalau ya berapa angkanya?

II. ISU CAPRES MUDA: DITERIMA ATAU DITOLAK PUBLIK?

  1. Mayoritas publik (62%) setuju dengan usul agar ada lebih banyak  pemimpin masa datang berusia muda. Meski masih ada 22% yang tidak  setuju.
  2. Mayoritas publik setuju bahwa pemimpin politik sekarang berusia tua  (50%). Namun banyak juga yang tidak sependapat (33%).
  3. Jika usia menjadi faktor penentu (di luar faktor-faktor lainnya)  maka publik lebih cenderung memilih calon pemimpin usia muda (45%)  ketimbang usia tua (26%).
  4. Dari beberapa alasan memilih usia tua yang paling dominan adalah  pengalaman. Dari beberapa alasan memilih usia muda yang terbesar adalah  semangat yang lebih besar.
  5. Mayoritas publik setuju adanya pembatasan usia minimal dan maksimal  untuk capres. Untuk usia minimal, rentang usia yang paling didukung  publik adalah (36-40 tahun), dan untuk usia tua (60-65 tahun).

III. POPULARITAS PARA TOKOH MUDA (DI BAWAH 50 TAHUN)

  1. Salah satu masalah terbesar dari para tokoh muda (usia di bawah 50  tahun per pelaksanaan survei ini) adalah tingkat pengenalan publik  nasional yang umumnya masih terbatas dan kalah dengan tokoh-tokoh senior  mereka.
  2. Hal ini terjadi hampir di semua sektor (partai, LSM,  akademisi/pengamat, dan bisnis). Tingkat pengenalan tokoh muda dari  partai politik secara rata-rata lebih baik dari pada kalangan LSM,  akademisi dan bisnis. Tokoh muda bisnis adalah yang paling kurang  dikenal.
  3. Tokoh muda dengan tingkat pengenalan tertinggi adalah Andi  Mallarangeng.
  4. Melihat keterbukaan publik pada tokoh usia muda sebenarnya peluang  tokoh muda cukup terbuka sejauh mereka bisa membangun kapasitas,  kompetensi dan tingkat pengenalan yang bersaing dengan para tokoh  senior.
z