'c1k4dutz666 was here.... Kasus Bank Century di Mata Publik | Survei Indo Barometer


Loading...
Indo Barometer
Survei
Indo Barometer
Barometer Prilaku Masyarakat Indonesia
Kasus Bank Century di Mata Publik

Minggu 24 Januari 2010
Download File


Hasil Survei Nasional Indo Barometer, 8-18 Januari 2010, Kasus dana penyelamatan Bank Century merupakan isu yang sangat menyita perhatian publik. Hal ini terbukti dari tingkat pengetahuan publik yang sangat tertinggi terhadap kasus ini (77%).
Angka ini diatas pengetahuan  masyarakat tentang Program 100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono ( 49%),  dan penahanan Bibit Waluyo-Chandra Hamzah (69%). Ia hanya kalah populer  terhadap kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen (79%).

Karena  pentingnya, maka perlu untuk mengetahui opini publik tentang aneka  permasalahan  yang muncul, misalnya tentang asumsi sistemik atau  menular yang menjadi dasar KSSK untuk memberi dana  talangan/penyelamatan pada Bank Century. Asumsi ini dicek di masyarakat  dengan beberapa pertanyaan, salah satunya dengan meminta mereka memilih  di antara dua  pendapat tentang dampak kebangkrutan Bank Century, yakni  apakah: 1. harus dihindari agar masyarakat  tetap percaya pada bank,  atau: 2. kebangkrutan itu tidak akan membuat kepercayaan pada bank  hilang. Jawaban terhadap pertanyaan itu, yang setuju pendapat pertama  ada 26% dan yang setuju pendapat kedua 36%.

Dalam survei ini juga  dicek persepsi masyarakat Indonesia tentang sebab kebangkrutan Bank  Century, apakah karena krisis internasional atau salah kelola oleh  pemilik bank. Untuk masalah ini,  lebih banyak masyarakat yang  menganggap salah kelola sebagai penyebab (58%) ketimbang krisis  internasional (10%).

Adapun tentang pihak yang dianggap mengambil  keputusan terhadap kasus Bank Century,  mayoritas (43%) menyebut  Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur BI (waktu itu) Boediono dan  hanya 10% yang menyebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ketika  ditanya lebih lanjut apakah Menkeu Sri Mulyani telah bertindak benar  atau salah dalam kasus ini, 43%  menyatakan Sri Mulyani salah dan 33%  menyatakan benar. Untuk Gubernur BI Boediono, 46% menyatakan Boediono  salah dan 30% menyatakan benar. Namun sebaliknya untuk Presiden SBY, 53%  menyatakan SBY  benar dan 25%  menyatakan salah.

Salah satu  aspek penting dari kasus Bank Century adalah kecurigaan bahwa dana  penyelamatan Bank Century mengalir ke Presiden SBY, keluarganya, Partai  Demokrat dan tim sukses pilpres 2009. Ternyata kelompok masyarakat  yang  menilai SBY, keluarganya, Partai Demokrat dan timses tidak menerima  persentasenya lebih banyak daripada kelompok yang berpendapat SBY,  keluarganya, Partai Demokrat, dan timses menerima.

Dari  temuan-temuan di atas, terlihat bahwa kasus Bank Century cenderung  berakibat lebih buruk terhadap Sri Mulyani dan Boediono ketimbang SBY.  Hal ini juga terlihat dari tingkat kepuasan publik dan pilihan presiden  dan wapres jika pemilu dilaksanakan pada hari ini. Publik yang puas pada  kerja SBY masih dominan (75%)  dibandingkan dengan yang tidak puas  (23%). Bandingkan dengan yang puas pada Boediono (40%), sementara yang  tidak puas (44%). Yang memilih (kembali SBY) sebagai presiden 55%,  sementara yang memilih Boediono (kembali) sebagai wapres hanya 18%.

Namun  bukan berarti SBY bebas sama sekali dari dampak kasus Bank Century.  Selain menyita perhatian publik dari Program 100 Hari, mayoritas publik  berpendapat kasus Bank Century dapat merusak citra SBY (48% ),  bandingkan dengan yang tidak (18%).  Hal ini juga tampak dari cukup  besarnya masyarakat yang menilai kasus Bank Century dapat jadi alasan  memakzulkan Presiden SBY (22%), meski mayoritas menilai sebaliknya  (37%). Yang jelas, kasus Bank Century ini telah menjadi lampu merah  bagi Boediono karena yang berpendapat kasus Bank Century dapat jadi  alasan memakzulkan Wapres Boediono mencapai 33% . Angka ini lebih lebih  tinggi daripada daripada yang berpendapat sebaliknya (26%).

Akhirnya,  publik sangat menunggu penyelesaian kasus Bank Century  oleh Pansus  Bank Century di DPR.  Tantangan untuk Pansus cukup besar karena hanya  52% persen dari publik yang yakin Pansus dapat mengungkap kasus Bank  Century dibanding 37% yang tidak yakin. Adapun mengenai tugas Pansus,  porsi terbesar masyarakat (37%) menghendaki fokus pada upaya mengungkap  penyelewengan dana talangan untuk tujuan yang bukan semestinya. Inilah  episode pamungkas kerja Pansus yang masih ditunggu masyarakat.

Jakarta,  24 Januari 2010

Informasi lebih lanjut:
M.  Qodari, MA (Direktur Eksekutif , 08111-833747)
M. Yusup Kosim,  MSM (Direktur Riset, 0815-9696367)
Indo Barometer  (021-7260588)


z