Loading...
Indo Barometer
Analisa
Indo Barometer
Barometer Prilaku Masyarakat Indonesia
Qodari: Pilkada DKI adalah puncak pertarungan Jokowi dan SBY

Senin 10 Oktober 2016


Jakarta, GATRAnews – Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 semakin memanas. Belum lagi masa kampenye resmi dibuka KPUD DKI Jakarta 28 Oktober nanti, baik tim sukses pasangan calon dan paslon sendiri sudah mulai mencari simpatik masyarakat dan menjatuhkan lawan politik.

 

Banyak kalangan analis politik menilai Pilkada DKI Jakarta 2017 ini mengerucut pada pertarungan antara Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. Menurut pengamat politik Muhammad Qodari, majunya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon Gubernur adalah bentuk perlawanan SBY kepada Jokowi.

 

“Majunya Agus saat ini dalam skenario, bisa juga dianggap sebagai pertarungan puncak antara SBY dengan Jokowi. Itulah yang membuat pilkada tahun ini menarik,” katanya kepada GATRAnews di Tebet, Sabtu (08/10).

 

Qodari menilai, pencalonan Agus merupakan bentuk kekesalan SBY karena Jokowi menghambat karir militer anak pertamanya itu. Menurut Qodari sejak diangkat menjadi Komandan Batalyon (Danyon) Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning (AK) Agustus 2015, Agus tidak pernah lagi naik pangkat.

 

 “Kenaikan pangkat di TNI itu terjadi 2 kali setahun, Oktober 2015 dan April 2016. Harusnya kalau nggak ada masalah, April 2015 paling telat sudah naik pangkat. Sehingga muncul perasaan adanya upaya menghambat karir Agus. Bisa ditafsirkan, SBY jadi meradang,” ujarnya.

 

Di sisi lain, Qodari menilai perilaku Partai Demokrat tidak lagi menunjukan sebagai partai penyeimbang dalam pemerintah. “Sudah jadi parpol oposisi. Oposan kelas berat,” katanya.

 

“SBY ini sudah mirip seperti Mahathir Mohamad di Malaysia. Mantan presiden yang aktif cawe-cawe. Mengomentari pemerintahan,” sambungnya sambil tertawa.


http://www.gatra.com/fokus-berita-1/220736-pengamat-pilkada-dki-adalah-puncak-pertarungan-jokowi-dan-sby

z