Loading...
Indo Barometer
Analisa
Indo Barometer
Barometer Prilaku Masyarakat Indonesia
Separuh Warga Jakarta Tolak Reklamasi, Elektabilitas Ahok Bisa Jeblok

Rabu 15 Juni 2016


JawaPos.com - Separuh warga DKI Jakarta menolak proyek reklamasi yang dirancang Pemprov DKI. Penolakan warga ini bisa berdampak pada elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama yang akan maju lagi dalam Pilkada DKI 2017 mendatang

Hasil itu didapatkan dari survei yang dilakukan Indo Barometer yang berlangsung 8 - 10 April lalu. Hasilnya menyatakan, 58 persen warga menolak reklamasi.

Direktur Indo Barometer, M Qodari mengatakan, hasil survey ini masih membutuhkan analisis lebih lanjut, jika ingin dikaitkan ke elektabilitas Ahok -sapaan Basuki Tjahaja Purnama.

"Tetapi begini, isu kasus reklamasi ini memiliki dua aspek dan masih sangat dinamis," katanya kepada JawaPos.com, Rabu (13/4).

Dia melihat, dari aspek perizinan, reklamasi masih sangat diperdebatkan. Kedua, menyangkut kasus suap di balik pembahasan dua raperda tentang reklamasi di pantai utara Jakarta.

Dijelaskannya, isu mengenai kasus suap pembahasan raperda lebih menonjol mengemuka ke publik. Bila isu tersebut terus mengarah ke Pemprov DKI , maka elektabilitas Ahok bisa terus turun. "Demikian karena ada temannya yang dicegah KPK. Sunny, dan beberapa hal lain," ucap dia.Sebaliknya, Ahok bisa jadi makin melambung ketika isu tersebut mengarah ke DPRD DKI. "Kalau dua-duanya kena, masyarakat akan mencari alternatif," kata dia.

Lebih jauh, dia menjelaskan, angka penolak reklamasi yang mendekati 60 persen juga bisa berdampak pada elektabilitas Ahok. Penurunan akan terjadi mana kala Ahok memaksa untuk meneruskan pelaksanaan reklamasi.

Gugatan terhadap izin reklamasi Pulau G, F, I, dan K yang sedang berjalan juga akan terus dipantau dan menjadi isu menarik.  Isu tersebut akan terus mengarah ke Ahok, karena Basuki Tjahaja Purnama sebagai gubernur yang memiliki wewenang untuk memberikan izin.

"Kira-kira begitu. Kalau angka penolak mencapai 90 persen maka dampaknya lebih negatif lagi. Ini cuma 60 persen," bebernya.

Untuk diketahui, survei terhadap reklamasi ini dilaksanakan via telepon. Metodenya systematic random sampling. Margin of error plus minus 4, 9 persen.

Disebutan Qodari, survei Indo Barometer memang sesuai dengan kenyataan di lapangan. Saat ini makin banyak pihak yang menolak reklamasi. Sorotan diarahkan kepada gubernur Ahok juga kepada DPRD DKI. (ydh/JPG)

Sumber: http://www.jawapos.com/read/2016/04/13/23847/separuh-warga-jakarta-tolak-reklamasi-elektabilitas-ahok-bisa-jeblok/2

z