Loading...
Indo Barometer
Survei
Indo Barometer
Barometer Perilaku Masyarakat Indonesia
Evaluasi 3,5 Tahun Joko Widodo - Jusuf Kalla: Quo Vadis Nawa Cita?

Selasa 22 Mei 2018
Download File


Survei Nasional ini dilaksanakan pada 15 – 22 April 2018. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1200 responden. Margin of error sebesar ± 2.83%, pada tingkat kepercayaan 95%. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal  berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Mengenai temuan pokok survei adalah sebagai berikut, untuk lebih lengkapnya silahkan mengacu pada laporan power point :
Evaluasi Kinerja Pemerintahan Jokowi-JK:

• Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Joko Widodo sebagai Presiden sebesar (68.6%). Sementara Masyarakat yang menyatakan kurang puas/tidak puas sama sekali sebanyak (29.4%). Dari distribusi kepuasan, pemilih yang puas mayoritas (60.8%) mendukung Joko Widodo,  sementara publik yang tidak puas mayoritas (40.1%) mendukung Prabowo Subianto.

• Jika dibandingkan dengan survei sebelumnya, trend tingkat kepuasan publik terhadap Joko Widodo fluktuasi sejak survei nasional pada Maret 2015 -  Januari 2018. Sempat melemah hanya pada September 2015.

• Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden sebesar (61.2%). Sementara masyarakat yang menyatakan kurang puas/tidak puas sama sekali sebesar (34.8%).

• Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden sebesar (65.1%). Sementara masyarakat yang menyatakan kurang puas/tidak puas sama sekali sebanyak (32%).

• Lima alasan utama publik menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah: pembangunan infrastruktur meningkat (29.7%), banyak pencapaian (18.1%), bantuan bagi rakyat kecil (13.8%), kinerjanya bagus (8.7%), dan kebijakannya tegas (5%).

• Lima alasan utama publik menyatakan tidak puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah: harga sembako belum stabil (19.1%), lapangan pekerjaan masih terbatas (12.2%), banyak tenaga kerja cina (10.3%), kemiskinan dan kesenjangan (8%), dan masih banyak korupsi (6.9%).

• Mayoritas publik (55.5%) menginginkan Joko Widodo kembali menjadi presiden untuk periode 2019 – 2024. Yang tidak menginginkan kembali (30.2%). Tidak tahu/tidak jawab (14.3%).

• Secara umum, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Menteri Jokowi- Jk sebesar (58.6%). Sementara masyarakat yang menyatakan kurang puas/tidak puas sama sekali sebesar (34.2%).

Evaluasi Program Nawa Cita:

• Pengetahuan Publik sebanyak (37.6%) pernah mendengar/mengetahui program pemerintahan Jokowi – JK yang dinamakan “Nawa Cita”. Yang tidak pernah mendengar/tidak pernah mengetahui (58.2%).

• Tingkat kepuasan publik terhadap pencapaian program “Nawa Cita secara umum” sebesar 39.4%. Tingkat kepuasan publik terhadap program “Nawa Cita 1” sebesar (53.8%), Nawa Cita 2” sebesar (34.4%), Nawa Cita 3” sebesar (60.4%), Nawa Cita 4” sebesar (46.8%), Nawa Cita 5” sebesar (53.4%), Nawa Cita 6” sebesar (43%), Nawa Cita 7” sebesar (41%), Nawa Cita 8” sebesar (46.5%), Nawa Cita 9” sebesar (44%).

• Program prioritas “Nawa Cita 1” yang dinilai mayoritas publik sangat puas/cukup puas yaitu : menciptakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang profesional (66.7%), membangun kedaulatan negara di laut (maritim) (59%), memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara (52.7%), memperkuat keamanan di wilayah perbatasan negara (48.5%), meningkatkan anggaran pertahanan Indonesia (43.2%), membangun industri pertahanan nasional (43.1%). Sedangkan yang dinilai publik kurang puas/tidak puas sama sekali adalah : menciptakan Polri yang professional dan dipercaya masyarakat (44.1%), dan memberikan perlindungan hak dan keselamatan bagi TKI (43.3%).

• Program prioritas “Nawa Cita 2” yang dinilai mayoritas publik sangat puas/cukup puas yaitu : meningkatkan peran masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik (58.1%), perbaikan kerja birokrasi (aparat pemerintah) (56.2%), mengelola pemerintahan secara transparan (terbuka) (46.2%), memperkuat kantor kepresidenan agar dapat menjalankan tugas kepresidenan lebih efektif (43.4%), menciptakan pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya (43.3%). Sedangkan yang dinilai mayoritas publik kurang puas/tidak puas sama sekali adalah : memulihkan kepercayaan masyarakat pada lembaga-lembaga politik dan demokrasi (45.3%).

• Semua program prioritas “Nawa Cita 3” dinilai mayoritas publik sangat puas/cukup puas yaitu : membangun daerah dan desa tertinggal (pinggiran) (75.2%), menata daerah - daerah otonomi baru (46.1%), melaksanakan undang-undang tentang Desa dengan baik (45.7%), dan melaksanakan pemerataan pembangunan antar wilayah (43.1%).

• Program prioritas  “Nawa Cita 4” yang dinilai mayoritas publik sangat puas/cukup puas yaitu: memberantas penyalahgunaan narkoba dan psikotropika (62.3%), memberikan perlindungan terhadap anak, perempuan, dan kelompok masyarakat termarjinal (tersisihkan) (46.5%), menjamin kepastian hukum hak kepemilikan tanah (45.4%), memberantas penebangan liar, penangkapan ikan liar, dan penambangan liar (44.2%), memperkuat KPK (43.3%), mengusahakan pembuatan berbagai undang-undang yang berkualitas (40.8%), memberantas tindak kejahatan perbankan dan kejahatan pencucian uang (40.3%), dan memberantas mafia peradilan (38.7%). Sedangkan program prioritas nawa cita 4 yang dinilai mayoritas publik kurang puas/tidak puas sama sekali adalah membangun budaya atau  kebiasaan taat pada hukum (40.9%).

• Semua program prioritas “Nawa Cita 5” yang dinilai mayoritas publik sangat puas/cukup puas yaitu : menjalankan program “Kartu Indonesia Pintar” dan wajib belajar 12 tahun bebas pungutan (55.1%), meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui program “Kartu Indonesia sehat” (50.4%), dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan porgram’Indonesia Kerja’ dan ‘Indonesia Sejahtera’ lewat pemberian 9 juta hektar tanah untuk tani dan buruh tani (42.6%).

• Program prioritas “Nawa Cita 6” yang dinilai mayoritas publik sangat puas/cukup puas yaitu : memperbaiki infrastruktur jalan, pasar, pelabuhan, dan bandara (66.4%), melakukan modernisasi pasar tradisional (50.1%), memudahkan perijinan usaha dan menciptakan layanan satu atap untuk ijin investasi (43.4%), dan meningkatkan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar internasional (40.1%). Sedangkan program prioritas nawa cita 6 yang dinilai mayoritas publik kurang puas/tidak puas sama sekali adalah meningkatkan anggaran riset untuk mendorong inovasi teknologi (37.8%).

• Program prioritas “Nawa Cita 7” yang dinilai mayoritas publik sangat puas/cukup puas yaitu : memperbaiki irigasi rusak dan jaringan irigasi (62.2%), memulihkan kesuburan lahan dari pencemaran limbah industri dan rumah tangga (44.5%), mendirikan Bank Petani dan Usaha Kecil Menengah (42.9%) dan Mengurangi impor minyak dengan meningkatkan produksi minyak dan gas Indonesia di dalam dan luar negeri (39.2%). Sedangkan program prioritas nawa cita 7 yang dinilai mayoritas publik kurang puas/tidak puas sama sekali adalah menghentikan alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi lahan industri atau perumahan (40.9%).

• Program prioritas “Nawa Cita 8” yang dinilai mayoritas publik sangat puas/cukup puas yaitu : membangun pendidikan kewarganegaraan (cinta tanah air, bela bangsa dan budi pekerti luhur) (47.6%), melakukan pemerataan fasilitas pendidikan terutama diwilayah dengan kualitas pendidikan rendah (buruk) (47.1%), meningkatkan pemberian subsidi kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN), agar warga kurang mampu mendapatkan pendidikan tinggi (45.6%), memprioritaskan pembiayaan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi unggulan (45.1%), dan memberikan jaminan hidup bagi para guru yang ditugaskan didaerah terpencil (seperti tunjangan, asuransi, karir) (44.6%). Sedangkan program prioritas “Nawa Cita 8” yang dinilai mayoritas publik kurang  puas/tidak puas sama sekali adalah melakukan revolusi mental atau karakter bangsa Indonesia agar lebih baik (41.7%).

• Program prioritas “Nawa Cita 9” yang dinilai mayoritas publik sangat puas/cukup puas yaitu : membangun kembali semangat gotong royong masyarakat Indonesia (51.9%) , menegakkan hukum secara tegas sesuai dengan amanat konstitusional (47.7%), membangun pusat kebudayaan, kesenian, museum dan sarana prasarana olahraga di pusat dan daerah (47.3%). Sedangkan program prioritas nawa cita 9 yang dinilai mayoritas publik kurang puas/tidak puas sama sekali adalah engembalikan kerukunan antar warga sesuai konstitusi dan semangat pancasila (44.7%).

• Jika diurutkan berdasarkan peringkat terhadap pencapaian program “9 Nawa Cita” yang paling tinggi adalah:

- Program “Nawa Cita 3” yang berisi “upaya  membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah - daerah dan pedesaan” sebesar (60.4%).
- Program “Nawa Cita 1” yang berisi “upaya mewujudkan perlindungan keamanan bagi seluruh warga negara melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya, pembangunan pertahanan dan memperkuat negara maritim”sebesar (53.8%).
- Program “Nawa Cita 5” yang berisi “upaya penigkatan kualitas pendidikan & pelatihan melalui program indonesia pintar serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program indonesia kerja dan indonesia sejahtera” sebesar (53.4%).
- Program “Nawa Cita 4” yang berisi “upaya reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korusi, bermartabat dan terpercaya” sebesar (46.8%).
- Program “Nawa Cita 8” yang berisi “upaya  melakukan revoluasi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional” sebesar (46.5%).
- Program “Nawa Cita 9” yang berisi “upaya memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui pendidikan kebhinekaan dan ruang-ruang dialog antar warga” sebesar (44%).
- Program “Nawa Cita 6” yang berisi “upaya meningkatkan produktivitas rakyat dan meningkatkan daya saing di pasar internasional” sebesar (43%).
- Program “Nawa Cita 7” yang berisi “upaya mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor - sektor strategis ekonomi domestik” sebesar (41%).
- Program “Nawa Cita 2” yang berisi “upaya membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektive, demokratis dan terpercaya” sebesar (34.4%).

Elektabilitas Calon Presiden:

• Berdasarkan pertanyaan terbuka calon Presiden, top of mind pemilih terhadap calon presiden sebagai berikut : Joko Widodo (40.7%), Prabowo Subianto (19.7%), Gatot Nurmantyo (2.7%), Anies Baswedan (2.7%), Agus Harimurti Yudhoyono (2%), Jususf Kalla (1.2%), Zainul Majdi (1%), Hary Tanoesoedibjo (1%) dan Ridwan Kamil (1%). Nama calon lainnya (<1%). Pemilih yang menyatakan belum memutuskan/rahasia/belum ada pilihan/tidak tahu/tidak jawab (21.5%).

• Berdasarkan simulasi pertanyaan tertutup sebanyak 21 nama calon Presiden, dukungan pemilih terhadap calon presiden sebagai berikut : Joko Widodo (47.4%), Prabowo Subianto (19.6%), Gatot Nurmantyo (4.8%), Anies Baswedan (2.8%), Agus Harimurti Yudhoyono (2.4%), Jusuf Kalla (1.4%) dan Hary Tanoesoedibjo (1.2%). Nama calon lainnya (<1%). Pemilih yang menyatakan belum memutuskan/rahasia/tidak akan memilih/tidak tahu/tidak jawab (17.7%). 

• Berdasarkan simulasi pertanyaan tertutup sebanyak 6 nama calon Presiden, dukungan pemilih terhadap calon presiden sebagai berikut : Joko Widodo (48.7%), Prabowo Subianto (20.5%), Gatot Nurmantyo (5.4%), Anies Baswedan (4.8%), Agus Harimurti Yudhoyono (3.3%) dan Jusuf Kalla (1.4%). Pemilih yang menyatakan belum memutuskan/rahasia/tidak akan memilih/tidak tahu/tidak jawab (15.9%).

• Dari 4 variasi simulasi terhadap 2 nama calon presiden, dukungan pemilih terhadap calon presiden sebagai berikut :

- Joko Widodo (50.4%) vs Prabowo Subianto (27.5%). Rahasia/belum memutuskan/tidak akan memilih/tidak tahu/tidak jawab (22.2%).
- Joko Widodo (53.6%) vs Anies Baswedan (11.1%). Rahasia/belum memutuskan/tidak akan memilih/tidak tahu/tidak jawab (35.3%).
- Joko Widodo (52.6%) Gatot Nurmantyo (13.5%). Rahasia/belum memutuskan/tidak akan memilih/tidak tahu/tidak jawab (33.9%).
- Joko Widodo (55.6%) vs Agus Harimurti Yudhoyono (8.6%). Rahasia/belum memutuskan/tidak akan memilih/tidak tahu/tidak jawab (35.9%).

Elektabilitas Calon Wakil Presiden:

• Dari pertanyaan terbuka calon wakil Presiden, top of mind pemilih terhadap calon wakil presiden sebagai berikut : Gatot Nurmantyo (12.5%), Anies Baswedan (9.3%), Jusuf Kalla (7.9%), Agus Harimurti Yudhoyono (7%), Muhaimin Iskandar (4.2%), Basuki Tjahaja Purnama (2.6%), Prabowo Subianto (1.9%), Mahfud MD (1.3%) dan Hary Tanoesoedibjo (1.2%). Calon wakil lainnya (<1%). Pemilih yang menyatakan rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (44.5%).

• Dari simulasi pertanyaan tertutup sebanyak 26 nama calon wakil Presiden, dukungan pemilih terhadap calon wakil presiden sebagai berikut : Gatot Nurmantyo (17.3%), Anies Baswedan (12.8%), Agus Harimurti Yudhoyono (10.4%), Muhaimin Iskandar (5.8%), Susi Pudjiastuti (2.8%), Mahfud MD (2.4%), Sri Mulyani Indrawati (2.2%), Zainul Majdi (1.9%), Mohamad Sohibul Iman (1.5%) dan Wiranto (1%). Calon wakil lainnya (<1%). Pemilih yang menyatakan rahasia/belum memutuskan/tidak akan  memilih/ tidak tahu/tidak jawab (35.6%).

• Dari simulasi pertanyaan tertutup sebanyak 22 nama calon wakil Presiden untuk Joko Widodo, dukungan pemilih sebagai berikut : Gatot Nurmantyo (16.8%), Agus Harimurti Yudhoyono (11.4%), Anies Baswedan (10.9%), Muahaimin Iskandar (5.8%), Mahfud MD (1.9%), Susi Pudjiastuti (1.8%), dan Sri Mulyani Indrawati (1.3%). Calon wakil lainnya (<1%). Pemilih yang menyatakan belum memutuskan/rahasia/tidak akan  memilih/ tidak tahu/tidak jawab (42.3%).

• Dari simulasi pertanyaan tertutup sebanyak 11 nama calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto, dukungan pemilih sebagai berikut : Gatot Nurmantyo (17.3%), Anies Baswedan (16.4%), Agus Harimurti Yudhoyono (11.9%), Susi Pudjiastuti (3%), Muhaimin Iskandar (2.8%), Ahmad Heryawan (1.6%), dan Zainul Majdi (1.4%). Calon wakil lainnya (<1%). Pemilih yang menyatakan belum memutuskan/rahasia/tidak akan  memilih/tidak tahu/tidak jawab (43.1%).

Elektabilitas Pasangan Capres-Cawapres:

• Dalam simulasi variasi 2 pasangan calon presiden dan wakil presiden (Jokowi-Militer vs Prabowo- Anies), maka pilihan pasangan calon sebagai berikut:
- Pasangan Joko Widodo - Gatot Nurmantyo (50.4%) vs pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (22.9%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (26.7%).
- Pasangan Joko Widodo - Agus Harimurti Yudhoyono (48%) vs pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (23.1%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (28.9%).
- Pasangan Joko Widodo - Moeldoko (44.5%) vs pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (25.7%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (29.8%).
- Pasangan Joko Widodo - Wiranto (41.5%) vs pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (26.7%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (31.8%).
- Pasangan Joko Widodo - Agum Gumelar (46.6%). vs pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (24.3%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (29.1%).

• Dalam simulasi variasi 2 pasangan calon presiden dan wakil presiden (Jokowi-Polisi vs Prabowo- Anies), maka pilihan pasangan calon sebagai berikut:
- Pasangan Joko Widodo – Tito Karnavian (43.1%) vs pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (25.5%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (31.3%).
- Pasangan Joko Widodo - Budi Gunawan (42.8%) vs pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (25.6%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (31.7%).

• Dalam simulasi variasi 2 pasangan calon presiden dan wakil presiden (Jokowi-Parpol vs Prabowo- Anies), maka pilihan pasangan calon sebagai berikut:
- Pasangan Joko Widodo - Muhaimin Iskandar (47.8%) vs pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (21.4%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (30.9%).
- Pasangan Joko Widodo - Airlangga Hartarto (46.1%) vs pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (24.7%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (29.1%).
- Pasangan Joko Widodo - M. Romahurmuziy (41.8%) vs pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (25.4%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (30.9%).
- Pasangan Joko Widodo - Muhammad Prananda Prabowo (44.5%) vs pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (23.1%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (32.5%).
- Pasangan Joko Widodo - Zulkifli Hasan (41.6%) vs pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (25.9%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (32.5%).

• Dalam simulasi variasi 2 pasangan calon presiden dan wakil presiden (Jokowi-Kabinet vs Prabowo- Anies), maka pilihan pasangan calon sebagai berikut:
- Pasangan Joko Widodo - Sri Mulyani Indrawati (43.2%) vs pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (25.2%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (31.6%).
- Pasangan Joko Widodo - Puan Maharani (43.4%) vs pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (25.9%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (30.9%).
- Pasangan Joko Widodo – Susi Pudjiastuti (46.1%) vs pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (23.9%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (30%).

• Dalam simulasi variasi 2 pasangan calon presiden dan wakil presiden (Jokowi-Anies vs Prabowo-PKS), maka pilihan pasangan calon sebagai berikut:
- Pasangan Joko Widodo - Anies Baswedan (48.4%) vs pasangan Prabowo Subianto – Hidayat Nurwahid (21.6%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (30.1%).
- Pasangan Joko Widodo - Anies Baswedan (49%) vs pasangan Prabowo Subianto – Ahmad Heryawan (20.5%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (30.5%).
- Pasangan Joko Widodo - Anies Baswedan (50%) vs pasangan Prabowo Subianto – Muhammad Anis Matta (19.7%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (30.4%).
- Pasangan Joko Widodo - Anies Baswedan (49.4%) vs pasangan Prabowo Subianto – Mohamad Sohibul Iman (22%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (28.6%).

• Dalam simulasi variasi 2 pasangan calon presiden dan wakil presiden (Jokowi-Prabowo vs Pasangan Lainnya), maka pilihan pasangan calon sebagai berikut:
- Pasangan Joko Widodo - Prabowo Subianto (53.7%) vs pasangan Gatot Nurmantyo - Anies Baswedan (17.8%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (28.6%).
- Pasangan Joko Widodo - Prabowo Subianto (56.4%) vs pasangan Budi Gunawan - Anies Baswedan (13.3%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (30.4%).
- Pasangan Joko Widodo - Prabowo Subianto (56.2%) vs pasangan Anies Baswedan - Budi Gunawan (10.9%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (32.8%).
- Pasangan Joko Widodo - Prabowo Subianto (55.5%) vs pasangan Jusuf Kalla - Anies Baswedan (15.4%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (29.1%).

• Dalam simulasi variasi 2 pasangan calon presiden dan wakil presiden (Jokowi-Santri vs Gatot-Anies), maka pilihan pasangan calon sebagai berikut:
- Pasangan Joko Widodo - Jimly Asshiddiqie (49.3%) vs pasangan Gatot Nurmantyo - Anies Baswedan (16.6%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (34.2%).
- Pasangan Joko Widodo - Said Aqil Siroj (49.3%) vs pasangan Gatot Nurmantyo - Anies Baswedan (16.8%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (33.9%).
- Pasangan Joko Widodo - Mohammad Mahfud MD (51.1%) vs pasangan Gatot Nurmantyo - Anies Baswedan (16.6%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (33.3%).

• Dalam simulasi variasi 2 pasangan calon presiden dan wakil presiden (Jokowi-Santri vs Anies-AHY), maka pilihan pasangan calon sebagai berikut:
- Pasangan Joko Widodo - Jimly Asshiddiqie (49.2%) vs pasangan Anies Baswedan - Agus Harimurti Yudhoyono (18.6%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (32.2%).
- Pasangan Joko Widodo - Said Aqil Siroj (49.6%) vs pasangan Anies Baswedan - Agus Harimurti Yudhoyono (18%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (32.4%).
- Pasangan Joko Widodo - Mohammad Mahfud MD (51.2%) vs pasangan Anies Baswedan - Agus Harimurti Yudhoyono (17.4%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (31.5%).

Isu-isu tentang Jokowi dan Isu Aktual:

• Mayoritas publik (49%) berpendapat Jokowi bukan antek (kaki tangan) pihak asing, yang berpendapat Jokowi adalah antek (kaki tangan) pihak asing sebanyak (7.4%). Dari distribusi pilihan capres berdasarkan isu tersebut, sebesar (56.8%) publik yang menyatakan Jokowi adalah antek (kaki tangan) pihak asing terdistribusi kepada Prabowo Subianto, dan sebesar (25%) terdistribusi kepada Joko Widodo. Sementara publik yang menyatakan Jokowi bukan antek (kaki tangan) pihak asing sebesar (64%) terdistribusi kepada Joko Widodo, dan sebesar (20%) terdistribusi kepada Prabowo Subianto.

• Publik yang berpendapat Jokowi bukan antek RRC (Republik Rakyat China) sebesar (50.9%), dan publik yang berpendapat Jokowi adalah antek RRC sebanyak (15.8%). Tidak tahu/tidak jawab (33.3%). Dari distribusi pilihan capres berdasarkan isu tersebut, sebesar (41.2%) publik yang menyatakan Jokowi adalah antek RRC terdistribusi kepada Prabowo Subianto, dan sebesar (31.3%) terdistribusi kepada Joko Widodo. Sementara publik yang menyatakan Jokowi bukan antek RRC, sebesar (61.3%) terdistribusi kepada Joko Widodo, dan sebesar (22.3%) terdistribusi kepada Prabowo Subianto. 

• Mayoritas publik (51.7%) berpendapat Jokowi bukan pendukung PKI. Yang berpendapat Jokowi adalah pendukung PKI sebanyak (3.8%). Tidak tahu/tidak jawab (44.5%). Dari distribusi pilihan presiden berdasarkan isu tersebut, publik yang menyatakan Jokowi adalah pendukung PKI, sebesar (53.3%) terdistribusi kepada Prabowo Subianto, dan sebesar (31.1%) terdistribusi kepada Joko Widodo. Sementara publik yang menyatakan Jokowi bukan pendukung PKI, sebesar (63.9%) terdistribusi kepada Joko Widodo, dan sebesar (20.1%) terdistribusi kepada Prabowo Subianto.

• Sebanyak (41%) publik berpendapat tenaga kerja asing, khususnya dari Cina, yang masuk Indonesia jumlahnya kecil dan tidak membahayakan kedaulatan negara. Sebesar (27.8%) publik berpendapat ada banyak tenaga kerja asing, khususnya dari Cina, yang masuk Indonesia sehingga membahayakan kedaulatan negara. Dari distribusi pilihan presiden berdasarkan isu tersebut, publik yang menyatakan tenaga kerja asing, khususnya dari Cina, yang masuk Indonesia jumlahnya kecil dan tidak membahayakan kedaulatan negara, sebesar (53%) terdistribusi kepada Joko Widodo, dan sebesar (24.2%) terdistribusi kepada Prabowo Subianto. Sementara publik yang menyatakan ada banyak tenaga kerja asing, khususnya dari Cina, yang masuk Indonesia sehingga membahayakan kedaulatan negara, sebesar (44.4%) terdistribusi kepada Prabowo Subianto, dan sebesar (35.9%) terdistribusi kepada Joko Widodo.

• Sebanyak (33.1%) publik berpendapat jumlah hutang negara Indonesia masih dalam batas wajar dan karena itu tidak membahayakan ekonomi Indonesia ke depan. Yang berpendapat jumlah hutang negara Indonesia sudah terlalu besar, dan karena itu membahayakan ekonomi Indonesia ke depan (32.8%). Tidak tahu/tidak jawab (34.1%). Dari distribusi pilihan presiden berdasarkan isu tersebut, publik berpendapat jumlah hutang negara Indonesia masih dalam batas wajar dan karena itu tidak membahayakan ekonomi Indonesia ke depan, sebesar (53.3%) terdistribusi kepada Joko Widodo, dan sebesar (26.8%) terdistribusi kepada Prabowo Subianto. Sementara publik yang menyatakan jumlah hutang negara Indonesia sudah terlalu besar, dan karena itu membahayakan ekonomi Indonesia ke depan, sebesar (45.6%) terdistribusi kepada Prabowo Subianto, dan sebesar (34.1%) terdistribusi kepada Joko Widodo.      

• Sebanyak (38.6%) publik berpendapat bahwa kesenjangan ekonomi antar kelompok di Indonesia masih dalam batas normal (wajar). Yang berpendapat kesenjangan ekonomi antar kelompok di Indonesia sudah terlalu besar sebesar (31.8%). Tidak tahu/tidak jawab (29.6%). Dari distribusi pilihan presiden berdasarkan isu tersebut, publik yang berpendapat bahwa kesenjangan ekonomi antar kelompok di Indonesia masih dalam batas normal (wajar) sebesar (55.6%) terdistribusi kepada Joko Widodo, dan sebesar (24%) terdistribusi kepada Prabowo Subianto. Sementara publik yang berpendapat  kesenjangan ekonomi antar kelompok di Indonesia sudah terlalu besar sebesar (45.4%) terdistribusi kepada Prabowo Subianto, dan sebesar (33.1%) terdistribusi kepada Joko Widodo.

• Sebanyak (46.6%) publik mengetahui/pernah mendengar tentang pidato Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa negara Indonesia mungkin bubar pada tahun 2030. Yang tidak mengetahui/tidak pernah mendengar (46%). Dari mereka yang mengetahui mengenai pidato tersebut, ada 20.2% menyatakan setuju, dan yang menyatakan tidak setuju (72.9%). Tidak tahu/tidak jawab (7%). Alasan utama publik setuju karena : hati-hati/waspada (25.2%), mengingatkan pemerintah (15%), dan banyak fanatik agam (10.3%). Dan alasan utama publik tidak setuju adalah karena Indonesia akan maju (20.9%), permainan politik (12.4%), dan harus optimis (7.4%).

• Dari distribusi pilihan presiden berdasarkan setuju dan tidak setuju terhadap pidato Prabowo Subianto tersebut, publik yang menyatakan setuju sebesar (38.9%) terdistribusi kepada Prabowo Subianto, dan sebesar (38.1%) terdistribusi kepada Joko Widodo. Sedangkan publik yang menyatakan tidak setuju sebesar (51.1%) terdistribusi kepada Joko Widodo, dan sebesar (27.5%) terdistribusi kepada Prabowo Subianto.

• Sebanyak (54.5%) publik mengetahui/pernah mendengar tentang “Gerakan 2019 Ganti Presiden”. Yang tidak mengetahui/tidak pernah mendengar (40.7%). Tidak tahu/tidak jawab (4.8). Mayoritas dari mereka yang mengetahui menyatakan bahwa Prabowo Subianto adalah tokoh utama dibalik “Gerakan 2019 Ganti Presiden” (40.4%), kemudian Amien Rais (15.3%), Habib Rizieq Shihab (8.3%), dst.

• Adapun respon publik terhadap “Gerakan 2019 Ganti Presiden,” publik yang setuju (34.1%), dan yang  tidak setuju (61.1%). Tidak tahu/tidak jawab (4.7%). Alasan utama publik setuju adalah ingin perubahan (26.6%), hak demokrasi (14.3%), dan ada calon presiden yang lebih baik (12.3%). Sedangkan alasan utama tidak setuju adalah lanjutkan pembangunan (29.1%), kinerja Jokowi terbukti (13.1%), dan puas dengan kinerja presiden saat ini (7.8%).

• Dari distribusi pilihan presiden terhadap publik yang setuju dan yang tidak setuju terhadap “Gerakan 2019 Ganti Presiden”. Publik yang menyatakan setuju sebesar (49.5%) terdistribusi kepada Prabowo Subianto, dan sebesar (33.3%) terdistribusi kepada Joko Widodo. Sedangkan publik yang tidak setuju sebesar (52.3%) terdistribusi kepada Joko Widodo, dan sebesar (19%) terdistribusi kepada Prabowo Subianto. 

• Sebanyak (61%) publik menyatakan lebih setuju dengan “Gerakan 2019 tetap Joko Widodo (Jokowi)”. Sedangkan yang lebih setuju dengan “Gerakan 2019 Ganti Presiden” sebanyak (32.8%). Dari mereka yang lebih setuju dengan “Gerakan 2019 Ganti Presiden”, sebanyak (32.8%) menyatakan yang paling tepat menggantikan Joko Widodo adalah Prabowo Subianto, kemudian Gatot Nurmantyo (11.4%), Anies Baswedan (9%), dst.


z