Loading...
Indo Barometer
Survei
Indo Barometer
Barometer Perilaku Masyarakat Indonesia
Dinamika Politik dan Proyeksi Pilkada Jawa Timur

Selasa 03 April 2018
Download File


Survei Pilkada Jawa Timur ini dilaksanakan pada 29 Januari – 4 Februari 2018. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 800 responden. Margin of error sebesar ± 3.46%, pada tingkat kepercayaan 95%. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. 


Temuan pokok survei adalah sebagai berikut, 


1. Permasalahan terpenting di Provinsi Jawa Timur menurut publik (pertanyaan terbuka) adalah : sulit lapangan pekerjaan (27.5%), mahalnya harga kebutuhan pokok (15.5%), sulitnya kondisi ekonomi rakyat (12.9%), kondisi jalan masih kurang baik (8%), dan banyaknya warga yang miskin (4.3%).  


2. Permasalahan terpenting di tingkat lingkungan tempat tinggal menurut publik (pertanyaan terbuka) adalah : mahalnya harga kebutuhan pokok (18.4%), kondisi jalan masih kurang baik (17.3%), sulit lapangan pekerjaan (13.5%), sulitnya kondisi ekonomi rakyat (8.9%), dan sering terjadi bencana alam (kekeringan) (3.9%).


3. Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Soekarwo sebagai Gubernur Provinsi Jawa Timur sebesar (71.6%). Sedangkan tingkat ketidakpuasan (21.5%). Angka tingkat kepuasan terhadap Gubernur tergolong tinggi, karena mencapai 70%. 


4. Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur sebesar (76.5%). Sedangkan tingkat ketidakpuasan sebesar (14.9%). Angka tingkat kepuasan terhadap Wakil Gubernur tergolong tinggi, karena mencapai 70%.


5. Sebanyak (60.6%) pemilih menginginkan Saifullah Yusuf menjadi Gubernur Provinsi Jawa Timur untuk periode 2018-2023. Yang tidak menginginkan (20.3%). 


6. Berdasarkan pertanyaan terbuka calon gubernur, awareness pemilih yang paling tinggi kepada Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (43.1%). Disusul Khofifah Indar Parawansa (34.1%). Sementara nama calon lainnya (<2%), seperti : Tri Rismaharini (1.9%), Azwar Anas (0.9%), Puti Guntur Soekarno (0.8%), Edy Rumpoko (0.4%), dst. Pemilih yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab (17.9%).


7. Berdasarkan pertanyaan tertutup terhadap 2 nama calon gubernur, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) memperoleh dukungan (46.6%), dan Khofifah Indar Parawansa (40.8%). Selisih diantara keduanya (5.8%). Pemilih yang menyatakan tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (12.7%). 


8. Berdasarkan pertanyaan terbuka calon wakil gubernur, awareness pemilih yang tinggi terhadap Puti Guntur Soekarno (22%). Selisih 2.6% dengan Emil Elestianto (Emil Dardak) (19.4%). Kemudian Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (4.9%), Khofifah Indar Parawansa (3.9%), Azwar Anas (3.8%), dan Tri Rismaharini (3.1%). Nama calon lainnya (<1%). Tidak tahu/tidak jawab (41.5%).


9. Berdasarkan pertanyaan tertutup terhadap 2 nama calon wakil gubernur, Emil Elestianto (Emil Dardak) memperoleh dukungan (30.9%). Bersaing ketat dengan Puti Guntur Soekarno yang memperoleh dukungan (29.4%). Pemilih yang menyatakan tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (39.8). 


10. Berdasarkan pertanyaan tertutup terhadap 2 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno memperoleh dukungan (45.2%). Tidak terpaut jauh dengan pasangan Khofifah Indar Parawansa yang memperoleh dukungan (39.5%). Selisih diantara keduanya (5.7%). Pemilih yang menyatakan tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (15.3%).  


11. Tingkat pengenalan calon gubernur adalah sebagai berikut : Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (97.5%), dan Khofifah Indar Parawansa (96.1%). Tingkat pengenalan kedua calon tergolong sangat tinggi. 


12. Tingkat pengenalan calon wakil gubernur adalah sebagai berikut : Emil Elestianto (Emil Dardak) (53.8%), dan Puti Guntur Soekarno (50.9%). Tingkat pengenalan kedua calon wakil tergolong rendah.  


13. Tingkat kesukaan calon gubernur adalah sebagai berikut : Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (87.9%), dan Khofifah Indar Parawansa (87.5%). 


14. Tingkat kesukaan calon wakil gubernur adalah sebagai berikut : Emil Elestianto (Emil Dardak) (71.6%), kemudian Puti Guntur Soekarno (71.5%). 


15. Alasan utama warga suka dengan Khofifah Indar Parawansa adalah karena dekat dengan rakyat/merakyat (14.4%), berjiwa sosial dan dermawan (10.1%), dan menteri sosial (8.8%. Sedangkan alasan utama warga tidak suka adalah kurang tegas (19.7%), kurang berwibawa (13.6%), dan wanita kurang pantas menjadi pemimpin (9.1%). 


16. Alasan utama warga suka dengan Saifullah Yusuf adalah karena dekat dengan rakyat/merakyat (17.1%), berpengalaman (8.2%), dan orangnya tegas (7.9%). Sedangkan alasan utama warga tidak suka adalah kinerjanya belum terbukti (20%), kurang tegas (20%), dan kurang dekat dengan rakyat (10%). 


17. Alasan utama warga suka dengan Emil Elestianto (Emil Dardak) adalah karena pintar/intelektual (24%), masih muda (13.3%), dan orangnya tegas (10.1%). Sedangkan alasan utama warga tidak suka adalah kurang dikenal (16.7%), kinerjanya belum terbukti (14.8%, dan kurang tegas (14.8%). 


18. Alasan utama warga suka dengan Puti Guntur Soekarno adalah dari keluarga Soekarno (20%), pintar/intelektual (14.8%), dan orangnya jujur (9.3%). Sedangkan alasan utama warga tidak suka adalah kurang dikenal (37%), kurang berpengalaman (15.2%), dan kurang tegas (8.7%). 


19. Prestasi Khofifah Indar Parawansa selama menjadi Menteri Sosial RI yang banyak diungkap publik adalah cepat dalam memberikan bantuan bencana (20.8%), berjiwa sosial dan dermawan (5.9%), dan mampu memberantas kemiskinan (5.5%).


20. Prestasi Saifullah Yusuf (Gus Ipul) selama menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur yang banyak diungkap publik adalah kinerjanya bagus (5%), cepat dalam memberikan bantuan bencana (4.6%), dan berjiwa sosial dan dermawan (4.2%). 


21. Alasan yang banyak diungkap publik dalam memilih calon gubernur adalah berpengalaman (15.7%), dekat dengan rakyat/merakyat (14.3%), orangnya tegas (10.9%), berjiwa sosial dan dermawan (6.4%), dan pintar/intelektual (6.3%). 


22. Alasan yang banyak diungkap publik dalam memilih calon wakil gubernur adalah pintar/intelektual (23%), pasangan yang cocok (11.8%), orangnya tegas (8.3%), orangnya jujur (6.6%), dan masih muda (6%).


23. Alasan yang banyak diungkap publik dalam memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur adalah berpengalaman (18.4%), kinerjanya bagus (10.3%), dekat dengan rakyat/merakyat (9%), pasangan yang cocok (7.8%), dan orangnya tegas (7.1%). 


24. Dinamika politik Pilkada Jawa Timur jika dilihat dari data survei pada September 2017 dan pada Januari – Februari 2018 adalah sebagai berikut : 

 -Tingkat pengenalan kedua calon gubernur terlihat naik. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) naik 3.2%, dari94.3% pada September 2018, menjadi 97.5% pada Januari – Februari 2018. Sedangkan tingkat   pengenalan Khofifah Indar Parawansa naik 3.2%, dari 92.9% pada September 2017 menjadi 96.1% pada Januari – Februari 2018. 

 -Tingkat kesukaan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) turun 6.3%, dari 94.2% pada September 2018, menjadi 87.9% pada Januari – Februari 2018. Sedangkan tingkat kesukaan Khofifah Indar Parawansa terlihat stabil, dari 88.4% pada September 2017 menjadi 87.5% pada Januari – Februari 2018. 

-Dari simulasi head to head calon gubernur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) versus Khofifah IndarParawansa, elektabilitas Saifullah Yusuf (Gus Ipul) terlihat menurun, dari 59.2% pada September 2018, menjadi 46.6% pada Januari – Februari 2018. Sedangkan elektabilitas Khofifah Indar Parawansa naik 13.5, dari 27.3% pada September 2017 menjadi 40.8% pada Januari – Februari 2018. 


25. Tiga skenario dukungan pasangan calon :

-Jika suara tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (15.3%) terdistribusi 100% kepada pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto (Emil Dardak), maka pasangan Khofifah – Emil Dardak unggul dengan dukungan (54.8%). Dan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur (45.2%)

-Jika suara tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (15.3%) terdistribusi 100% kepada pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur), maka pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur) yang unggul dengan dukungan (60.5%). Dan pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto (Emil Dardak) (39.5%). 

-Jika suara tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (15.3%) terdistribusi proporsional kepada kedua pasangan calon, maka pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur) yang unggul dengan dukungan (52.85%). Dan pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto (Emil Dardak) (47.15%). 


26. Tingkat keterpilihan partai politik jika pemilu legislatif (DPRD Provinsi Jawa Timur) dilakukan hari ini adalah sebagai berikut : PKB (27.5%). Kemudian PDI Perjuangan (19.5%), Demokrat (5.4%), Gerindra (5.3%), Golkar (4.8%), PAN (4.5%), dan PPP (2.6%). Partai lainnya (<2%), seperti : Perindo (1%), Hanura (0.9%), PKS (0.5%), dan Nasdem (0.3%). Tidak tahu/tidak jawab/rahasia (27.9%)


27. Dari pertanyaan terbuka, nama calon presiden yang banyak dipilih adalah : Joko Widodo (56.5%). Kemudian Prabowo Subianto (22%). Nama calon lainnya (<2%). Pemilih yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab sebesar (16.3%).


28. Dari simulasi terhadap 17 nama calon presiden, calon yang banyak dipilih adalah : Joko Widodo (64.3%). Kemudian Prabowo Subianto (22.8%). Dan capres lainnya (<2%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (7.8%). 


29. Dari simulasi terhadap 7 nama calon presiden, calon yang paling banyak dipilih tetap Joko Widodo (Jokowi) (65.9%). Kemudian Prabowo Subianto (23.8%). Sementara Capres lainnya (<2%), seperti : Agus Harimurti Yudhoyono (1.8%), Anies Baswedan (0.9%), Gatot Nurmantyo (0.8%), Jusuf Kalla (0.1%), dan Budi Gunawan (0%). Tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (7%).


30. Dari lima variasi simulasi dengan 3 nama (pertanyaan tertutup), pilihan calon presiden sebagai berikut :

-Joko Widodo (67%), Prabowo Subianto (24.4%), dan Anies Baswedan (1%). Tidak akanmemilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (7.7%).

-Joko Widodo (66.8%), Prabowo Subianto (24.3%), dan Agus Harimurti Yudhoyono (1.8%). Tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (7.3%). 

-Joko Widodo (67.4%), Prabowo Subianto (24.3%), dan Gatot Numantyo (0.6%). Tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (8.2%).

-Joko Widodo (66.9%), Prabowo Subianto (24.8%), dan Jusuf Kalla (0.5%). Tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (8.3%). 

-Joko Widodo (66.8%) Prabowo Subianto (24.9%), dan Budi Gunawan (0.3%). Tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (8.1%).


31. Dari enam variasi simulasi dengan 2 nama (pertanyaan tertutup), pilihan calon presiden sebagai berikut :

-Joko Widodo (66.8%) versus Prabowo Subianto (25.1%). Tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (8.1%). 

-Joko Widodo (72.5%) versus Anies Baswedan (4%). Tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (23.5%). 

-Joko Widodo (72.4%) versus Gatot Numantyo (3.4%). Tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (24.3%).

-Joko Widodo (72.6%) versus Agus Harimurti Yudhoyono (4.4%). Tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (23.1%). 

-Joko Widodo (73.8%) versus Budi Gunawan (0.5%). Tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (25.8%). 

-Joko Widodo (73.1%) versus Jusuf Kalla (0.6%). Tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (26.2%).


32. Dari pertanyaan terbuka calon wakil presiden, Anies Baswedan (11.1%), Jusuf Kalla (9%), Agus Harimurti Yudhoyono (7%), Prabowo Subianto (4.9%), Gatot Nurmantyo (4.5%), dan Muhaimin Iskandar (4.3%). Calon wakil lainnya (<2%). Pemilih yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab (46.4%). 


33. Dari simulasi terhadap 17 nama calon wakil presiden, nama yang paling banyak dipilih adalah Agus Harimurti Yudhoyono (15.1%). Kemudian Anies Baswedan (13.1%), Gatot Nurmantyo (7.9%), Ridwan Kamil (6%) dan Muhaimin Iskandar (5.3%). Calon wakil lainnya (<5%). Tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (37.1%).


34. Jika pilihan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur didistribusikan kepada pilihan 2 nama calon presiden (Jokowi dan Prabowo), pemilih pasangan Khofifah – Emil Dardak maupun pemilih pasangan Gus Ipul – Puti Guntur lebih banyak yang mendukung Joko Widodo.


35. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Joko Widodo sebagai Presiden sebesar (81.5%). Sedangkan masyarakat yang menyatakan tidak puas (16.4%).


36. Sebanyak (68.6%) masyarakat menginginkan Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi Presiden Republik Indonesia untuk periode 2019 - 2024. Yang tidak menginginkan kembali (18.3%).


37. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden sebesar (72.4%). Sedangkan masyarakat yang menyatakan tidak puas (24.1%).


38. Berdasarkan temuan di atas, dinamika politik masing sangat kompetitif. Dalam situasi seperti ini biasanya pertarungan politik di lapangan menjadi keras dan tajam.  Untuk itu perlu upaya menahan diri dan manajemen konflik yang baik dari para calon, tim sukses, parpol pendukung, penyelenggara pemilu, tokoh masyarakat, dan para pemilih itu sendiri.


z