Loading...
Indo Barometer
Survei
Indo Barometer
Barometer Perilaku Masyarakat Indonesia
Permasalahan dan Konstelasi Politik Sumatera Utara 2018

Selasa 27 Maret 2018
Download File


Survei dilaksanakan di wilayah Provinsi Sumatera Utara yang meliputi 33 kabupaten/Kota. Dilaksanakan pada tanggal 04 Februari – 10 Februari 2018.    Jumlah responden sebanyak  800 orang dengan margin of error sebesar ± 3,46%, pada tingkat kepercayaan 95%.  Metodologi yang digunakan adalah multistage random sampling.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner.   Maksud dan tujuan survei adalah untuk melihat permasalahan serta konstelasi politik di Sumatera Utara.

1.  Permasalahan terpenting di tingkat provinsi menurut publik (pertanyaan terbuka) adalah: sulitnya kondisi ekonomi rakyat (23,9%), pengangguran/sulitnya lapangan pekerjaan (22.9%), kondisi jalan rusak/buruk (9,9%), mahalnya harga sembako (6,3%), dan narkoba/miras (5,6%), dst.

2. Permasalahan terpenting di lingkungan tempat tinggal menurut publik (pertanyaan terbuka) adalah: Pengangguran/sulitnya lapangan pekerjaan (20,1%), kondisi jalan rusak/buruk (17,4%), sulitnya kondisi ekonomi rakyat (8,1%), narkoba/miras (6,9%), dan mahalnya harga sembako (5,3%), dst.

3. Tingkat kepuasan terhadap kinerja Tengku Erry Nuradi sebagai gubernur adalah (23,2%). Sementara tingkat kepuasan terhadap Nurhajizah Marpaung sebagai wakil gubernur adalah (9,8%).  Angka tingkat kepuasan tersebut tergolong rendah karena dibawah 50%.

4. Berdasarkan pertanyaan tertutup terhadap 3 nama calon gubernur, Djarot Saiful Hidayat memperoleh dukungan sebesar (27,8%). Bersaing ketat dengan Edy Rahmayadi yang memperoleh dukungan (27,4%). Kemudian JR. Saragih (9,4%). Pemilih yang menyatakan tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (35,4%).

5. Berdasarkan pertanyaan tertutup terhadap 3 nama calon wakil gubernur, Sihar PH Sitorus memperoleh dukungan sebanyak (19,1%). Selisih tipis dengan Musa Rajekshah yang memperoleh dukungan (18,4%). Kemudian disusul Ance (5,3%). Pemilih yang menyatakan tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (57,2%).

6. Dari simulasi 3 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, pasangan Djarot Saiful Hidayat – Sihar PH Sitorus memperoleh dukungan sebesar (26%).  Bersaing ketat dengan pasangan Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah dengan dukungan (25,8%), dan pasangan JR Saragih  – Ance  (8,4%). Tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (39,8%).

7. Nama calon yang paling dikenal adalah Djarot Saiful Hidayat (68,4%), Edy Rahmayadi (62,9%), JR. Saragih (40%), Sihar PH Sitorus (34,7%), Musa Rajekshah (30,8%), Ance (14%).  Dari nama calon yang dikenal, Djarot Saiful Hidayat disukai (70,9%), Edy Rahmayadi disukai (66,6%), dan JR. Saragih disukai (55,9%),  Sihar PH Sitorus disukai (67,3%), Musa Rajekshah disukai (66,2%), Ance disukai (24,1%).

8. Alasan yang banyak diungkap publik dalam memilih calon gubernur adalah jujur/tidak korupsi (12,8%), tegas (12,6%), berpengalaman (11,4%), merakyat (8,9%), berwibawa (6,4%), dst.

9. Alasan yang banyak diungkap publik dalam memilih calon wakil gubernur adalah merakyat (11,7%), jujur/tidak korupsi (9,4%), tegas (8,2%), mampu bekerjasama (7,3%),  putra daerah (7%),dst.

10. Partai politik dengan pilihan tertinggi Jika pemilu legislatif (DPRD Provinsi Sumatera Utara) dilakukan hari ini adalah PDI Perjuangan (17,5%) disusul oleh Gerindra (6,5%), Demokrat (4,8%),Golkar (3,6%), PPP (2,8%), PKS (2%), partai lainnya (<2%), sementara yang tidak tahu atau tidak jawab sebesar 57,1%.

11. Tingkat kepuasan masyarakat Provinsi Sumatera Utara terhadap kinerja Jokowi sebagai presiden sebesar (72,7%), yang tidak puas (14,4%), tidak tahu/tidak jawab (12,9%). 

12. Alasan yang  menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi : Pembangunan Infrastruktur merata (24,6%), kinerja nyata/terbukti (9,3%), korupsi diberantas (8,1%), pembangunan sampai ke pelosok desa (7,2%), dst. Alasan yang  menyatakan tidak puas terhadap kinerja Jokowi : Harga sembako mahal (28,7%), masih banyak rakyat miskin (11,3%), perekonomian merosot (10,4%), pembangunan tidak terasa oleh rakyat (6,1%), dst. 

13. Sebanyak (66,4%) masyarakat Provinsi Sumatera Utara menginginkan Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi Presiden Republik Indonesia untuk periode 2019 2024, ang tidak menginginkan kembali (12,7%), tidak tahu/tidak jawab (20,9)%.

14. Dari simulasi 17 nama calon presiden, calon yang banyak dipilih di Provinsi Sumatera Utara adalah Jokowi (57,5%), disusul Prabowo Subianto (15,5%), capres lainnya (<2%), sementara yang rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab sebesar (21,8%).

15. Jika simulasi head to head Jokowi vs Prabowo maka Jokowi (59,8%), Prabowo (18,8%), tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (21,4%).   Jika head to head Jokowi vs Gatot Nurmantyo maka Jokowi (64,7%), Gatot Nurmantyo (4,5%), sisanya tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (30,8%).   Jika head to head Jokowi vs Anies Baswedan maka Jokowi (64,3%), Anies Baswedan (5,2%), sisanya tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (30,5%).  Jika simulasi head to head Jokowi vs Agus Harimukti Yudhoyono maka Jokowi (64,8%), Agus Harimukti Yudhoyono (4,9%), sisanya tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (30,3%).

16. Dari simulasi 17 nama calon wakil presiden, calon yang banyak dipilih di Provinsi Sumatera Utara adalah Anies Baswedan (9,7%), disusul Gatot Nurmantyo (8,4%), Agus Harimukti Yudhoyono(4,9%), Ridwan Kamil (2,4%), Sri Mulyani Indrawati (2,3%), Puan Maharani (2%), sementara cawapres lainnya (<2%), yang tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab sebesar (64,4%).

17. Berdasarkan temuan di atas, konstelasi pilgub di Sumatera Utara masih sangat ketat dan dinamis.  Dalam situasi seperti ini biasanya pertarungan politik di lapangan menjadi keras dan tajam.  Untuk itu perlu upaya menahan diri dan manajemen konflik yang baik dari para calon, tim sukses, parpol pendukung, penyelenggara pemilu, tokoh masyarakat, dan para pemilih itu sendiri.


z