Loading...
Indo Barometer
Survei
Indo Barometer
Barometer Perilaku Masyarakat Indonesia
Dinamika Pilpres 2019: Tiga Skenario Pilpres 2019, Siapa Kuda Hitam?

Kamis 15 Pebruari 2018
Download File


Pilpres 2019 lebih dekat daripada diduga orang. Hanya enam bulan dari sekarang, tepatnya 4  Agustus 2018, sudah masuk pendaftaran pasangan capres – cawapres.

Karena itu Januari 2018 dapat dianggap sebagai garis start menuju pendaftaran capres 2019. Di sisi lain, karena perolehan suara dan kursi 2014 sah menjadi dasar pencalonan pilpres 2019, maka dari sekarang sudah dapat disusun 3 skenario pilpres 2019.

Survei ini merupakan survei terhadap konstelasi calon, penilaian calon di mata publik dalam aspek yang menentukan dan menjadi perhatian publik, sekaligus mengungkap permasalahan mendesak Indonesia yang dianggap penting oleh publik agar dapat direspon oleh para calon presiden dan wakil presiden.

Tiga Skenario Pilpres 2019:

1.       Skenario A (2 pasang), Jokowi – Mr. X VS Prabowo Subianto – Mr.Y: Kondisi yang tercermin pada saat ini, antara lain dari perang wacana dan koalisi pilkada.

2.       Skenario B (2 pasang, Jokowi gabung Prabowo), Jokowi – Prabowo Subianto VS Mr. X – Mr.  Y: Skenario “kuda catur” alias zigzag. Lawan jadi kawan.

3.       Skenario C (3 pasang), Jokowi – Mr. X VS Prabowo Subianto – Mr.Y VS Mr. Fulan dan Mr. Fulin: Skenario para king maker jika aspirasi mereka tidak terpenuhi. Siapa king maker itu? Megawati, SBY, dan JK.

Berikut temuan pokok survei Indo Barometer, untuk lengkapnya silakan mengacu pada laporan power point.

       Untuk Skenario A (Jokowi VS Prabowo) dukungan publik terhadap Joko Widodo sebesar (48.8%) dan Prabowo Subianto (22.3%). Rahasia/Belum memutuskan/Tidak tahu/Tidak jawab sebesar 28.9%.

       Dalam Skenario A, dari 11 variasi simulasi 2 pasangan calon presiden dan wakil presiden, pilihan pasangan calon sebagai berikut:

ü  Pasangan Joko Widodo - Gatot Nurmantyo (38.4%) versus pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (20.7%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (40.9%).

ü  Pasangan Joko Widodo - Tito Karnavian (37%) versus pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (21.5%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (41.5%).

ü  Pasangan Joko Widodo - Budi Gunawan (34.6%) versus pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (22%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (43.4%).

ü  Pasangan Joko Widodo - Sri Mulyani Indrawati (36.8%) versus pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (21.9%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (41.3 %).

ü  Pasangan Joko Widodo - Agus Harimurti Yudhoyono sebesar (38.6%) versus pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (22.2%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (39.2%).

ü  Pasangan Joko Widodo - Ridwan Kamil (37.5%) versus pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (22.4%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (40.1%).

ü  Pasangan Joko Widodo – Puan Maharani (34.2%) versus pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (22.6%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (43.2%).

ü  Pasangan Joko Widodo – Moeldoko (35.1%) versus pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (22.4%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (42.5%).

ü  Pasangan Joko Widodo – Agum Gumelar (36.2%) versus pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (21.9%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab ((41.9%).

ü  Pasangan Joko Widodo – Airlangga Hartarto sebesar (33.4%) versus pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (22.3%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (44.3%).

ü  Pasangan Joko Widodo – Bambang Soesatyo (33.9%) versus pasangan Prabowo Subianto - Anies Baswedan (23.4%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (42.7%).

     Untuk Skenario B (Jokowi VS Capres selain Prabowo). Dari 5 variasi simulasi 2 nama, pilihan calon presiden sebagai berikut :

ü  Joko Widodo (49.9%) versus Anies Baswedan (12.1%). Rahasia/belum memutuskan/tidak akan memilih/tidak tahu/tidak jawab (37.9%).

ü  Joko Widodo (55.8%) versus Gatot Nurmantyo (7.8%). Rahasia/belum memutuskan/tidak akan memilih/tidak tahu/tidak jawab (36.4%).

ü  Joko Widodo (56.6%) versus Agus Harimurti Yudhoyono (5.3%). Rahasia/belum memutuskan/tidak akan memilih/tidak tahu/tidak jawab (38.1%).

ü  Joko Widodo (57.6%) versus Budi Gunawan (2.5%). Rahasia/belum memutuskan/tidak akan memilih/tidak tahu/tidak jawab (39.9%).

ü  Joko Widodo (57.3%) versus Jusuf Kalla (3.6%). Rahasia/belum memutuskan/tidak akan memilih/tidak tahu/tidak jawab (39.1%).

     Dalam simulasi Skenario B, dari 5 variasi simulasi 2 pasangan calon presiden dan wakil presiden (Jokowi – Prabowo gabung), maka pilihan pasangan calon sebagai berikut:

ü  Pasangan Joko Widodo – Prabowo Subianto (48%) versus pasangan Budi Gunawan - Anies Baswedan (3.9%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (48.1%).

ü  Pasangan Joko Widodo – Prabowo Subianto (50.2%) versus pasangan Anies Baswedan - Budi Gunawan (3.3%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (46.5%).

ü  Pasangan Joko Widodo – Prabowo Subianto (49.5%) versus pasangan Gatot Nurmantyo - Anies Baswedan (4.5%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (46%).

ü  Pasangan Joko Widodo – Prabowo Subianto (49.7%) versus pasangan Anies Baswedan -  Gatot Nurmantyo (4.2%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (46.1%).

ü  Pasangan Joko Widodo – Prabowo Subianto (50.5%) versus pasangan Jusuf Kalla - Anies Baswedan (3.2%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (46.3 %).

     Untuk Skenario C (3 Capres). Dari 5 variasi simulasi 3 nama, pilihan calon presiden sebagai berikut

ü  Joko Widodo (46.8%), Prabowo Subianto (22.9%), dan Anies Baswedan (2.4%). Rahasia/belum memutuskan/tidak akan memilih/tidak tahu/tidak jawab (27.9%).

ü  Joko Widodo (49.5%), Prabowo Subianto (21.2%), dan Agus Harimurti Yudhoyono (0.8%). Rahasia/belum memutuskan/tidak akan memilih/tidak tahu/tidak jawab (28.5%).

ü  Joko Widodo (50.2%), Prabowo Subianto (20.6%), dan Gatot Nurmantyo (1.8%). Belum memutuskan/rahasia/tidak tahu/tidak jawab (27.4%).

ü  Joko Widodo (50.6%), Prabowo Subianto (21.3%), dan Budi Gunawan (0.3%). Belum memutuskan/rahasia/tidak tahu/tidak jawab (27.8%).

ü  Joko Widodo (51.1%), Prabowo Subianto (21.4%), dan Jusuf Kalla (0.1%). Belum memutuskan/rahasia/tidak tahu/tidak jawab (27.4%).

       Nama calon presiden yang dikenal publik (>50%) diantaranya : Joko Widodo (97%), Jusuf Kalla (91.5%), Prabowo Subianto (87.7%), Megawati Soekarnoputri (84.7%), Anies Baswedan (84.6%), Agus Harimurti Yudhoyono (68.5%), Hary Tanoesoedibjo (64.1%), Surya Paloh (62.5%), dan Gatot Nurmantyo (57.6%).


       Nama calon wakil presiden yang dikenal publik (>50%) diantaranya : Prabowo Subianto (87.7%), Anies Baswedan (84.6%), Ridwan Kamil (73.5%), Agus Harimurti Yudhoyono (68.5%), Puan Maharani (66,1%), Gatot Nurmantyo (57.6%), dan Tito Karnavian (53,1%).


       Nama calon presiden yang disukai publik (>50%) diantaranya : Joko Widodo (75,1%), Gatot Nurmantyo (70.2%), Jusuf Kalla (66,2%), Prabowo Subianto (64.2%), Agus Harimurti Yudhoyono (61.2%), Hary Tanoesoedibjo (57.6%), Anies Baswedan (54.9%), Megawati Soekarnoputri (54.5%), Muhaimin Iskandar (54,3%), dan M. Sohibul Iman (50%).


       Nama calon wakil presiden yang disukai publik (>50%) diantaranya : Ridwan Kamil (71,8%), Gatot Nurmantyo (70.2%), Sri Mulyani Indrawati (65%), Prabowo Subianto (64.2%), Agus Harimurti Yudhoyono (61.2%), Anies Baswedan (54.9%), Moeldoko (54,6%), dan Tito Karnavian (52,7%).

       Berdasarkan dimensi psikologis, calon presiden yang dipersepsikan paling dekat dengan rakyat diantaranya : Joko Widodo (58%), Prabowo Subianto (8.4%), dan Anies Baswedan (4.2%). Calon presiden yang dipersepsikan paling tegas diantaranya : Joko Widodo (31.5%), Prabowo Subianto (27.3%), dan Gatot Nurmantyo (6.2%). Calon presiden paling jujur : Joko Widodo (40.1%), Prabowo Subianto (9.2%), dan Anies Baswedan (4.1%). Calon presiden paling berwibawa : Prabowo Subianto (33.1%), Joko Widodo (20%), dan Gatot Nurmantyo (6%). Dan calon presiden paling mampu memimpin : Joko Widodo (42.1%), Prabowo Subianto (16.9%), dan Gatot Nurmantyo (2.4%).

       Berdasarkan dimensi ideologis, calon presiden yang dipersepsikan paling sesuai dengan pancasila diantaranya  :  Joko  Widodo  (34.5%),  Prabowo  Subianto  (15%),  dan  Gatot  Nurmantyo (2.9%).


Sedangkan calon presiden yang dipersepsikan paling dekat dengan Islam di antaranya : Prabowo Subianto (19.1%), Joko Widodo (17.7%), dan Muhaimin Iskandar (5.4%).

       Berdasarkan dimensi kompetensi khusus, calon presiden yang dipersepsikan paling mampu mengatasi masalah kemiskinan diantaranya : Joko Widodo (37%), Prabowo Subianto (10.5%), dan Hary Tanoesoedibjo (4.7%). Calon presiden paling mampu mengatasi masalah pengangguran : Joko Widodo (34,3%), Prabowo Subianto (10.6%), Hary Tanoesoedibjo (4.9%). Calon presiden paling mampu mengatasi masalah sembako terjangkau : Joko Widodo (34,9%), Prabowo Subianto (10.8%), Hary Tanoesoedibjo (4.8%). Calon presiden paling mampu mengatasi masalah kesenjangan kaya miskin : Joko Widodo (35.2%), Prabowo Subianto (9.4%), dan Anies Baswedan (2.5%). Dan calon presiden paling mampu mengatasi masalah korupsi : Joko Widodo (33,6%), Prabowo Subianto (13.5%), Anies Baswedan (1.6%). Kemudian calon presiden yang dipersepsikan paling mampu mengatasi masalah narkoba diantaranya : Joko Widodo (30%), Prabowo Subianto (14.3%), dan Gatot Nurmantyo (2.9%). Calon presiden yang paling mampu mengatasi masalah terorisme : Joko Widodo (28.2%), Prabowo Subianto (15.6%), dan Gatot Nurmantyo (6.6%). Calon presiden yang paling mampu mengatasi masalah perumahan terjangkau: Joko Widodo (32.8%), Anies Baswedan (9.4%), dan Prabowo Subianto (8.1%). Calon presiden yang paling mampu mengatasi masalah kesehatan terjangkau : Joko Widodo (44.4%), Prabowo Subianto (8.7%), dan Anies Baswedan (3%). Calon presiden yang paling mampu mengatasi masalah pendidikan terjangkau : Joko Widodo (45.1%), Prabowo Subianto (8.8%), dan Anies Baswedan (2.8%). Dan calon presiden yang paling mampu mengatasi masalah listrik terjangkau : Joko Widodo (40.7%), Prabowo Subianto (9.5%), dan Hary Tanoesoedibjo (1.4%).

       Dari sisi komunikasi dan mobilisasi politik melalui berita atau iklan, nama yang paling dikenal publik adalah Joko Widodo (95.6%). Kemudian Prabowo Subianto (80.5%), dan Jusuf Kalla  (72.1%). Sedangkan tim sukses atau pendukung yang tergolong paling intensif mendatangi atau mengajak komunikasi kepada publik adalah Prabowo Subianto (14%). Kemudian Joko Widodo (12.5%), dan Jusuf Kalla (5.1%).

       Lima alasan utama publik memilih calon presiden : Tegas (12.2%), merakyat (9.9%), kerja nyata (9%), orangnya baik (7.8%), pintar/intelektual (6.3%).

       Jika di-breakdown, pada alasan tegas: Joko Widodo (47%), Prabowo Subianto (40.1%), Gatot Nurmantyo (9,2%), dst. Pada alasan merakyat : Joko Widodo (90.5%), pada alasan kerja nyata : Joko Widodo (88,5%), alasan orangnya baik : Joko Widodo (95%), pintar/intelektual : Anies Baswedan (33.3%).

       Lima alasan utama publik memilih calon wakil presiden : cocok sebagai wakil (18.5%), tegas (16.5%), dekat dengan rakyat (15%), pintar/intelektual (10.5%), orangnya baik (5%).

       Jika di-breakdown, pada alasan cocok sebagai wakil : Anies Baswedan (25%), Gatot Nurmantyo (25%), Agus Harimurti Yudhoyono (15%), dst. Pada alasan tegas : Anies Baswedan (20%), Gatot Nurmantyo (20%), Agus Harimurti Yudhoyono (17.5%), pintar/intelektual : Anies Baswedan (30%), dan pada alasan orangnya baik : Agus Harimurti Yudhoyono  (5.5%), Anies Baswedan  (5%) dst.

       Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Joko Widodo sebagai Presiden sebesar (60.4%). Sementara yang menyatakan kurang puas/tidak puas sama sekali sebanyak (38.8%). Dari  distribusi kepuasan, pemilih yang puas mayoritas (73,5%) mendukung Joko Widodo, sementara publik yang tidak puas mayoritas (40,7%) mendukung Prabowo Subianto


       Jika dibandingkan dengan survei sebelumnya, tren tingkat kepuasan publik terhadap Joko  Widodo fluktuasi sejak survei nasional pada Maret 2015 - November 2017. Sempat melemah hanya pada September 2015.

       Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden sebesar (50.9%). Sementara masyarakat yang menyatakan kurang puas/tidak puas sama sekali sebesar (41.5%).

       Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden sebesar (61.5%). Sementara masyarakat yang menyatakan kurang puas/tidak puas sama sekali sebanyak (36.5%).

       Lima alasan utama publik menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah meningkatnya pembangunan (40.3%), infrastruktur banyak  perubahan (16.9%), sudah banyak pencapaian kerja (7.4%), memberikan bantuan bagi masyarakat miskin (4.6%), dan perhatian terhadap rakyat kecil (4.5%).

       Lima alasan utama publik menyatakan tidak puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah lapangan pekerjaan masih terbatas (13.4%), harga sembako belum stabil (7%), biaya listrik semakin naik (5.5%), terlalu banyak impor (4.7%), dan terlalu banyak pencitraan (4.5%).

       Mayoritas publik (57.8%) menginginkan Joko Widodo kembali menjadi presiden untuk periode 2019 – 2024. Yang tidak menginginkan kembali (22.9%). Tidak tahu/tidak jawab (19.3%).

       Persepsi publik terhadap isu Jokowi bukan antek RRC sebesar (43.2%) dan Jokowi adalah antek RRC (5.8%).

       Persepsi publik terhadap Jokowi bukan pendukung PKI (45.9%) dan Jokowi adalah pendukung PKI (2.5%).

       Sedangkan persepsi publik terhadap isu Jokowi bukan orang yang otoriter (57.4%) dan Jokowi adalah orang yang otoriter (4%).

 

Survei dilaksanakan pada 23 – 30 Januari 2018 di seluruh Provinsi di Indonesia yang meliputi 34 Provinsi. Jumlah sampel sebanyak 1200 responden, dengan margin of error sebesar ± 2.83%, pada tingkat kepercayaan 95%. Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling. Teknik  pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

z