Loading...
Indo Barometer
Survei
Indo Barometer
Barometer Perilaku Masyarakat Indonesia
Rindu dan 2DM Bersaing,Sudrajat-Syaikhu dan TB-Hasan-Anton Tertinggal

Kamis 15 Pebruari 2018
Download File


Pada 12 Februari 2018 KPUD Jawa Barat telah menetapkan 4 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2018 yakni 1). Pasangan M. Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum, 2). Pasangan Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi, 3). Pasangan Sudrajat – Ahmad Syaikhu dan, 4). Pasangan TB Hasanuddin – Anton Charliyan.


Dari penetapan calon sampai dengan coblosan pada 27 Juni 2018 ada waktu sekitar 4 bulan. Dalam waktu 4 bulan tersebut perubahan dukungan dan  perilaku pemilih masih bisa terjadi.

Survei ini bermaksud memonitor dinamika dukungan dan alasan memilih calon oleh masyarakat Jabar semenjak ditetapkan sampai menjelang pemilihan.


Adapun temuan pokok pada survei kali ini sebagai berikut :


          Tingkat pengenalan calon tertinggi adalah Deddy Mizwar dengan (97.1%). Disusul M.  Ridwan Kamil (88.8%), Dedi Mulyadi (67%), dan Uu Ruzhanul Ulum (43.9%).


          Tingkat pengenalan calon terendah adalah TB. Hasanuddin (10.6%), kemudian Sudrajat (11.1%), Anton Charliyan (15.5%), dan Ahmad Syaikhu (18.6%). Hal ini wajar karena Sudrajat dan TB. Hasanuddin baru menjadi calon.


          Tingkat kesukaan calon tertinggi adalah M. Ridwan Kamil dengan (89.3%). Disusul Deddy Mizwar (79.9%), Dedi Mulyadi (79.9%), dan Uu Ruzhanul Ulum (70.7%).


          Tingkat kesukaan calon terendah adalah Anton Charliyan dengan (29.8%), Kemudian TB Hasanuddin (36.5%), Sudrajat (37.1%), dan Ahmad Syaikhu (45%).


          Publik yang suka pada M. Ridwan Kamil (89,3%), alasannya karena pintar/cerdas (16.4%), tegas (13.1%), merakyat (9%). Sedangkan yang tidak suka (1,5%), alasannya karena sombong (27.2%), pembangunan tidak merata (18.2%), kurang tegas (9.1%).


          Publik yang suka pada Deddy Mizwar (79,9%), alasannya karena artis (29.3%), berwibawa (10.3%), dan ramah (8.4%). Sedangkan yang tidak suka (6%), alasannya : karena kinerjanya kurang bagus (38.3%), kurang tegas (12.8%), dan kurang berpengalaman (8.5%).


          Publik yang suka pada Dedi Mulyadi (79.9%), alasannya karena merakyat (18.3%), Bupati Purwakarta (17.9%), dan pintar/cerdas (6.5%). Sedangkan yang tidak suka (3.5%), alasannya karena kurang berwibawa (15.7%), ambisius (15.7%), dan kurang tegas (10.5%).


          Publik yang suka pada Uu Ruzhanul Ulum (70.7%), alasannya karena alim/taat beragama (28.6%), pintar/cerdas (8.1%), dan bupati Tasik (7.7%). Sedangkan yang tidak suka (2.6%), alasannya karena kurang berpengalaman (22.3%), kurang mampu memimpin (22.2%), dan kurang merakyat (11.1%).


          Publik yang suka pada Anton Charliyan (29.8%), alasannya karena tegas (32.4%), berwibawa (18.9%), dan pintar/cerdas (13.5%). Sedangkan yang tidak suka (1,5%), alasannya karena kurang dikenal (28.6%), kinerjanya kurang bagus (14.3%), dan kurang berpengalaman (14.3%).


          Publik yang suka pada TB Hasanuddin (36.5%), alasannya karena karena tegas (32.3%), berwibawa (12.9%), dan merakyat (6.5%). Sedangkan yang tidak suka (18.8%), alasannya karena kurang merakyat (12.5%), kurang berpengalaman (6.3%), dan tidak suka orangnya (6.3%).


          Publik yang suka pada Sudrajat (37.1%), alasannya karena karena tegas (63.7%), berwibawa (9.1%), dan disiplin (6.1%). Sedangkan yang tidak suka (16.9%) alasannya karena kurang dikenal (26.6%), kurang merakyat (13.3%), dan kurang tegas (6.7%).


          Publik yang suka pada Ahmad Syaikhu (45%), alasannya karena karena pintar/cerdas (22.4%), berwibawa (13.4%, dan ramah (13.4%). Sedangkan yang tidak suka (10%), alasannya karena karena kurang merakyat (26.7%), kurang dikenal (26.7%), dan kurang tegas (6.7%).Responden menyebut prestasi M. Ridwan Kamil sebagai Walikota Bandung sebagai berikut : Membuat Kota Bandung lebih tertata (15.6%), Kota Bandung lebih maju/modern (12.8%), dan Kota Bandung lebih rapih/bersih (8.7%).


          Responden menyebut prestasi Deddy Mizwar sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat sebagai berikut : Mampu mendukung/mendampingi Aher (4.5%), pendidikan gratis (4.4%), dan infrastruktur bagus (3.7%).


          Responden menyebut prestasi Sudrajat sebagai TNI (Militer) sebagai berikut : Duta Besar RI (14.6%), sukses dalam karir militer (7.9%), dan pernah mengusut pembunuhan (3.4%).


          Responden menyebut prestasi TB. Hasanuddin sebagai Anggota DPR RI sebagai berikut : Anggota Komisi I DPR RI (20%), Ketua DPD PDI Perjuangan (8.2%), dan Komandan Sektor PBB (2.4%).


          Elektabilitas para calon gubernur Jawa Barat (pertanyaan tertutup) pada Januari 2018 adalah sebagai berikut: M. Ridwan Kamil unggul dengan dukungan sebesar (49.5%). Kemudian Deddy Mizwar (27.1%), TB. Hasanuddin (1.1%), dan Sudrajat (0.8%). Pemilih yang menyatakan tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (21.5%).


          Elektabilitas para calon wakil gubernur Jawa Barat (pertanyaan tertutup) pada Januari 2018 adalah sebagai berikut: Dedi Mulyadi memperoleh dukungan sebesar (27.3%), Uu Ruzhanul Ulum (23.1%), Anton Charliyan (2.1%), dan Ahmad Syaikhu (0.9%). Pemilih yang menyatakan tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (46.6%).


          Elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat (pertanyaan tertutup) pada Januari 2018 adalah sebagai berikut: pasangan M. Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum unggul dengan dukungan sebesar (44.8%). Disusul pasangan Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi (27.9%), pasangan TB. Hasanuddin – Anton Charliyan (1%), dan pasangan Sudrajat – Ahmad Syaikhu (0.9%). Tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (25.4%).


          Jika dililhat dari dukungan partai politik, elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat (pertanyaan tertutup) sebagai berikut : pasangan M. Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum (Nasdem, PPP, PKB, Hanura) tetap unggul dengan dukungan (44.6%). Disusul pasangan Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi (Golkar, Demokrat) (26.5%), pasangan Sudrajat – Ahmad Syaikhu (Gerindra, PKS, PAN) (1%), dan pasangan TB Hasanuddin – Anton Charliyan (PDI Perjuangan) (1%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (26.9%).


          Dukungan partai belum berdampak signifikan. Ini terlihat dari tidak adanya perbedaan signifikan elektabilitas paslon bila dibandingkan dalam 2 jenis pertanyaan, yakni pilihan paslon tanpa menyebut parpol pendukung dan bila disebutkan nama-nama parpol pendukung.


          Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Ahmad Heryawan sebagai Gubernur Provinsi Jawa Barat sebesar (49.8%). Yang tidak puas (26.5%).


          Tingkat kepuasan pada Deddy Mizwar sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat sebesar (42.4%). Tingkat kepuasan tergolong rendah karena di bawah 50%.


          Rendahnya tingkat kepuasan pada Deddy Mizwar berpengaruh terhadap peluang Deddy Mizwar dalam memenangkan pilgub Jawa Barat. Kepuasan tinggi (>50%) akan memperbesar peluang kemenangan Deddy Mizwar. Namun demikian pula sebaliknya.


          Lima permasalahan mendesak di Provinsi Jawa Barat sebagai berikut : Pengangguran/sulitnya pekerjaan (30.4%), mahalnya harga sembako (19.4%), sulitnya kondisi ekonomi rakyat  (11%), mengurangi kemiskinan (6.6%), dan kondisi jalan rusak/buruk (6%).


          Lima permasalahan mendesak di lingkungan tempat tinggal sebagai berikut : Kondisi jalan rusak/buruk (20.4%), pengangguran/sulitnya lapangan pekerjaan (16.1%), mahalnya harga sembako (9.3%), sampah (pembuangan/pengelolaan) (8.9%), dan sulitnya kondisi ekonomi rakyat (6.3%). Pada saat survei ini dilaksanakan 2 paslon yang paling berpeluang memenangkan pilgub Jawa Barat adalah RK-Uu dan Demiz-Demul.


          Posisi RK - Uu dan 2DM jauh di atas Sudrajat-Syaikhu dan Hasan - Anton. Hal ini  disebabkan karena pengenalan dan kesukaan pada 2 paslon ini yang masih di bawah paslon lain.


          Untuk posisi calon gubernur, elektabilitas M. Ridwan Kamil masih lebih unggul daripada Deddy Mizwar, karena M. Ridwan Kamil lebih disukai. Di sisi lain kepuasan pada Deddy Mizwar sebagai wakil gubernur incumbent di bawah 50%.


          Untuk posisi calon wakil gubernur, elektabilitas Dedi Mulyadi masih di atas Uu Ruzhanul Ulum. Walau keunggulan Dedi Mulyadi belum mampu mendongrak suara paslon Demiz- Demul. Di sisi lain rendahnya pengenalan Uu Ruzhanul Ulum berakibat pada turunnya   suara M. Ridwan Kamil sebagaimana terlihat dari perbedaan elektabilitas jika sendiri dibandingkan berpasangan.


          Coblosan Jawa Barat masih sekitar 4 bulan lagi, dinamika dukungan dan perilaku pemilih masih bisa terjadi. Apakah pasangan RINDU dan 2DM akan tetap unggul? Atau pasangan Sudrajat-Syaikhu dan pasangan TB Hasanuddin-Anton bisa mengejar?, kita saksikan pada survei berikutnya.

Survei dilaksanakan di wilayah Provinsi Jawa Barat pada tanggal 20 – 23 Januari 2018. Jumlah responden sebanyak 800 orang dengan margin of error ± 3.46%, pada tingkat kepercayaan 95%. Metodologi yang digunakan adalah multistage random sample. Dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

z