Loading...
Indo Barometer
Survei
Indo Barometer
Barometer Perilaku Masyarakat Indonesia
Evaluasi Publik Dua Setengah Tahun Pemerintahan Jokowi - JK

Rabu 22 Maret 2017
Download File


Jakarta - Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei 'Evaluasi Publik Dua Setengah Tahun Pemerintahan Jokowi-JK'. Hasilnya, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla lebih dari 50 persen.

Survei nasional Indo Barometer ini dilaksanakan di 34 provinsi pada 4-14 Maret 2017. Dengan jumlah responden 1.200 orang,margin of error pada survei tersebut kurang-lebih 3,0%.

"Maksud dan tujuan survei untuk melihat evaluasi publik terhadap kinerja presiden, wakil presiden, dan kabinet dalam dua setengah tahun ini," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari dalam rilis hasil survei di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017).

Dari hasil survei diketahui, mayoritas publik (82%) menyatakan negara sedang bergerak ke arah yang benar, sebesar 5,2% publik masih berpendapat bergerak ke arah yang salah, dan sekitar 12,8% menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

"Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo saat ini sebesar 66,4%, yang tidak puas 32%, dan yang tidak tahu/tidak jawab sebesar 1,6%," tutur Qodari.

Sementara itu, untuk Wapres Jusuf Kalla, tingkat kepuasan publik saat ini berada di angka 57,8%. Untuk yang tidak puas ada 35,8% responden dan yang tidak tahu/tidak menjawab sebesar 6,3%.

Dari hasil survei ini diketahui tingkat keyakinan publik terhadap kemampuan Presiden Jokowi dalam memimpin Indonesia ke depan yang lebih baik juga terbilang cukup. Survei menunjukkan tingkat keyakinan itu berada di angka 69,2%. Untuk publik yang tidak yakin ada 27% dan yang tidak tahu/tidak menjawab sebanyak 3,7%.

"Jadi kalau sekarang surveinya di angka 66%, kalau survei bulan depan, antara bulan April. Dan kepuasannya di tahun 2019 angkanya di 80%, itu penting sekali, kenapa, pemilu presiden akan diselenggarakan 29 April bersamaan dengan pemilu legislatif. Jadi itu PR yang terpenting," ucap Qodari.

Dengan prediksi kepuasan di angka 80% untuk Jokowi pada 2019, ia memiliki pekerjaan rumah untuk mengejar target itu. Qodari menyebut PR Jokowi hanya mengejar sekitar angka 14%.

"PR Pak Jokowi ada 14%. Sebanyak 80% dikurangi 66% jadi 14%. Jadi per tahun harus naik 7%," tuturnya.

Survei ini juga menemukan dua bidang yang dianggap buruk di Indonesia. Pertama adalah bidang politik dengan 51,3% responden yang menyebut seperti itu. Bidang kedua yang dianggap buruk adalah ekonomi, dengan angka 50% responden. Untuk bidang penegakan hukum, dinilai sebagian besar publik, tergolong sedang. Lalu untuk bidang keamanan, sosial, dan kebudayaan, mayoritas publik menilai baik.

Survei juga menilai 5 permasalahan paling penting di Indonesia saat ini. Urutan pertama adalah perekonomian rakyat 16%, harga sembako mahal (14,6%), masalah agama atau SARA (8,3%), sulitnya lapangan kerja (6,3%), dan terakhir stabilitas politik (6%).

"Di luar soal presiden yang juga penting atau menarik adalah, kalau ditanya Indonesia itu apa sudah ada di arah yang benar atau tidak, mayoritas 82% mengatakan Indonesia sudah di arah yang benar ya. Jadi kalau berbicara presiden, kita fokus ke presiden. Kalau bicara negara, itu keseluruhan secara makro," ujar Qodari.

Responden juga menilai soal keberhasilan pemerintahan Jokowi-JK. Menurut publik, program pembangunan di Indonesia saat ini meningkat (17,6%), pelayanan pendidikan lebih baik (10,1%), untuk Kartu Indonesia Sehat (KIS) di angka 7%, infrastruktur jalan lebih baik (6,9%), dan kestabilan harga di daerah terpencil (6,8%). Namun kebijakan tol laut Jokowi-JK ternyata belum cukup populer karena hanya memperoleh 6,6%, pemberantasan korupsi hanya di angka 5,8%, eksekusi hukuman mati bagi pengedar narkoba 3,8%, dan masuknya indikator hubungan Indonesia dengan Arab Saudi, meski hanya memperoleh 3,7 persen.

"Kegagalan pemerintahan Jokowi-JK, menurut publik. (dianggap) pemimpin boneka (13,1%), harga kebutuhan pokok belum stabil (11,7%), pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan buruk (7,9%)," kata Qodari. 

https://news.detik.com/berita/d-3453797/survei-indo-barometer-kepuasan-publik-atas-kinerja-jokowi-664
z