Loading...
Indo Barometer
Liputan Media
Indo Barometer
Barometer Perilaku Masyarakat Indonesia
Survei Indo Barometer : Hanya Untungkan Segilintir Orang, Reklamasi Rugikan Penduduk

Selasa 24 Mei 2016


Jakarta, HanTer - Kebijakan megaproyek pembangunan 17 pulau buatan di Pantai Utara Jakarta hanya dianggap menguntungkan segelintir orang saja, dan justru merugikan penduduk.

Menurut hasil survei Indo Barometer, sebanyak 59 persen responden menganggap proyek itu hanya menguntungkan pengembang. Kemudian, sebesar 14 persen responden menyebut kebijakan itu cuma menguntungkan orang kaya. Selanjutnya, menguntungkan warga Jakarta (7,5 persen), Pemda DKI (7,3 persen), investor (2,8 persen), dan semua pihak (dua persen).

"(Menguntungkan) koruptor 0,8 persen, tidak ada yang diuntungkan 0,5 persen, pejabat 0,5 persen, dan 5,8 persen responden memilih tidak tahu/tidak menjawab," demikian bunyi hasil survei tersebut.

Karenanya, sebesar 57,3 persen responden, menganggap megaproyek yang menghasil lahan baru seluas 5.100 ha itu merugikan warga.

Tak hanya itu, 58,3 persen responden juga memilih tidak setuju terhadap kebijakan reklamasi Pantai Utara. Sehingga, 53,5 persen meminta megaproyek tersebut dibatalkan.

Survei tersebut dilakukan sejak 8-10 April terhadap 400 responden yang tersebar secara proporsional di enam wilayah ibukota. Responden dihubungi tim peneliti melalui sambungan telepon untuk menjawab kuesioner yang memuat 15 pertanyaan.

Rugikan Nelayan

Lebih lanjut menurut hasil survei Indo Barometer, sedikitnya 34,9 responden yang menjawab merugikan nelayan. Lainnya, menganggap merusak lingkungan (31,9 peren), menimbulkan bencana (19,5 persen), dan hanya dinikmati orang kaya (5,2 persen).

Lalu, dianggap sebagai lahan korupsi (3,9 persen), buang-buang anggaran (3,5 persen), penyempitan laut (0,9 persen), dan cuma menguntungkan pengembang saja (0,4 persen).

Untuk diketahui, 57,3 persen responden, dalam penelitian Indo Barometer itu, menganggap megaproyek yang menghasil lahan baru seluas 5.100 ha itu merugikan warga.

Sedangkan 34,8 persen responden lainnya, menjawab menguntungkan warga Jakarta. Mereka menyatakan demikian dengan berbagai alasan. Misalnya, lahan kosong terbatas (21,6 persen) dan untuk ibukota yang maju (19,4 persen).

Kemudian, membuka lapangan kerja (19,4 persen), meningkatkan perekonomian (16,5 persen) tujuan wisata baru (8,6 persen), demi pemasukan daerah (7,2 persen), agar Jakarta lebih tertata (5 persen), 15 persen lahan untuk fasos/fasum (1,4 persen), serta laut telah tercemar (0,7 persen).
Survei tersebut dilakukan sejak 8-10 April terhadap 400 responden yang tersebar secara proporsional di enam wilayah ibukota. Responden dihubungi tim peneliti melalui sambungan telepon untuk menjawab kuesioner yang memuat 15 pertanyaan.‎


Sumber : http://megapolitan.harianterbit.com/megapol/2016/04/13/59978//18/Survei-Indo-Barometer-Hanya-Untungkan-Segilintir-Orang-Reklamasi-Rugikan-Penduduk
z