Loading...
Indo Barometer
Analisa
Indo Barometer
Barometer Perilaku Masyarakat Indonesia
Jenderal Perkuat Modal Politik Jokowi

Sabtu 27 Januari 2018


JAKARTA – Reshuffle kabinet jilid III yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak lepas dari kepentingan politik untuk menghadapi Pilpres 2019. 

Meskipun momentum itu bertepatan untuk menggantikan Khofifah Indar Parawansa dari posisinya sebagai menteri sosial, melihat figur purna - wirawan jenderal yang masuk dalam pemerintahan tampak ada nuansa politik untuk ke - pen tingan ke depan, khusus - nya dalam kaitan peta politik Pilpres 2019. 

Menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, se - tidaknya ada tiga unsur politik dibalik reshuffle yangdilakukan Presiden Jokowi. Pertama adalah masuknya purnawira wan jenderal, yakni Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai kepala Kantor Staf Presiden (KSP) meng gantikan Teten Masduki dan Jenderal (Purn) Agum Gumelar yang menggantikan almarhum KH Hazyim Muzadi sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. 

Sebelumnya di lingkaran Jokowi juga sudah ada Jen deral (Purn) Luhut B Pandjaitan se - bagai menko kemaritiman dan Jenderal(Purn) Wirantose ba gai menko polhukam. Kemu dian ada Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu dan Jenderal Pol (Purn) Budi Gunwan sebagai Kepala BIN. 

Selain itu ada pula Jenderal (Purn) Try Sutrisno di Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP). ”Ini pesan kuat yang di - sam paikan Presiden Jokowi bahwa yang perhatian terha - dap ke luarga besar TNI itu ti dak hanya Pak Prabowo,” kataQodari kemarin. Apa yang dilakukan Jokowi juga sekaligus konsolidasi untuk menyolidkan keluarga besar TNI yang selama ini di - benturkan de ngan kebijakan politiknya. 

Se perti relasi yang dianggap kurang cocok antara Presiden Jokowi dan Jenderal Gatot Nurmantyo saat men - jabat sebagai panglima TNI. Dengan menempatkan Jen - deral (Purn) Moeldoko yang belum lama pensiun, setidak - nya opini yang mengasumsi - kan Jokowi tidak harmonis de - ngan keluarga besar TNI men - jadi terbantahkan. 

”Dalam konteks ini, Presi - den Jokowi terlihat sangat pa - ham lapangan sehingga ibarat main caturnya sangat mengua - sai dalam menjalankan bidak sesuai dengan strateginya,” ujar dia. Unsur politik kedua yang bisa dilihat dari reshuffle kali ini adalah pengamatan politik untuk wilayah Jawa Barat, khususnya ”politik Pasundan”. 

Hal itu bisa dilihat dari penun - juk an Marsekal Madya Yuyu Sutisna sebagai kepala staf TNI Angkatan Udara (KSAU). ”Namun yang dipilih Presiden Jokowi adalah Sutisna, ini adalah pengakomodasian po - litik bahwa Presiden Jokowi juga sangat memperhatikan figur yang merepresentasikan Jawa Barat, khususnya Sunda,” beber Qodari. 

Bahkan penunjukan Jen deral (Purn) Agum Gumelar juga di - nilainya tidak lepas dari upaya Jokowi menguatkan pesan bahwa dirinya sangat mem per - hatikan Jawa Barat. Menurut Qodari, meski sebagai purna - wirawan TNI sudah lama pen - siunnya, Agum merupakan salah satu kebanggaan masya - rakat Sunda. 

Demikian juga sosok Moeldoko, meskipun asalnya dari Jawa Timur, dia pernah menjabat pangdam Siliwangi sehingga sangat menguasai jaringan di Jabar. ”Jadi, dari sisi politik, ter - kait ditariknya purnawirawan dan pengangkatan KSAU ini, ada rasa Sundanya semua. Ini kepintaran Presiden Jokowi ka - re na Jabar sangat menen tukan untuk kalkulasi politik di Pemilu 2019 nanti,” jelasnya. 

Sementara unsur politik ketiga yang bisa dilihat dari reshuffle kali ini, lanjut Qodari, adalah penguatan koalisi de - ngan menambah kursi menteri untuk Partai Golkar, yakni Idrus Marham menggantikan Khofifah. 

Demi penguatan du - kungan Golkar juga, Presiden Jokowi tetap mempertahankan Menteri Perindustrian Air - langga Hartarto yang saat ini menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar. 

”Mungkin tidak banyakyang melihat ini sebagai ke cer dasan strategi Presiden Jokowi dalam menyongsong tahun politik, tetapi nyatanya dalam reshuffle kali ini Jokowi bisa menun juk - kan telah punya tiga modal kuat, yaitu dukungan PDIP, me - nguat nya dukungan Golkar, menarikkeluargabesarTNI, dan menanamkan pesan kuat per - hatiannyaterhadapmasyarakat Jabar atau masya rakat suku Sunda,” jelasnya. 

Ketua DPP PDIP Bidang Per ekonomian Hendrawan Supra tikno mengamini bahwa masuk nya purnawirawan jen - deral di pemerintahan me nguat - kan ja ringan bagi Presiden Jokowi. ”Jenderal-jenderal pur - na wira wan punya jaringan yang kuat. Samasepertiprofe sordiper - guruan tinggi, mereka me miliki pengetahuan hebat, ke mu d ian punya jaringan yang kuat,” kata Hendrawan. 

Pengamat politik Universitas Jakarta, UbedillahBadrun me nilai, masuknya lebih banyak jenderal purnawirawan dalam tubuh pe - merintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai upaya memperkuat posisi pemerintah dalam me nge - lola negara di mata publik nasional maupun inter nasional. 

Masuknya para jenderal itu juga sebagai bukti ada nilai lebih legitimasi karena berhasil me narik kekuatan mantan militer ke dalam struktur kekuasaan strategis. ”Jokowi ingin memperkuat posisinya dalam mengelola negara juga masuknya jenderal memiliki surplus legitimasi,” ujar Ubedillah saat dihubungi semalam. 


Sumber:  http://koran-sindo.com/page/news/2018-01-18/0/8/Jenderal_Perkuat_Modal_Politik_Jokowi 
z