Loading...
Indo Barometer
Analisa
Indo Barometer
Barometer Perilaku Masyarakat Indonesia
Konstelasi Politik Pilkada DKI Dinilai Representasikan Pemilu 2019

Rabu 28 September 2016


JAKARTA, KOMPAS.com- Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai konstelasi politik Pilkada DKI Jakarta saat ini cukup merepresentasikan situasi politik saat Pemilu 2019 nanti.

Menurut Qodari, hal itu dapat dilihat dari turun langsungnya para ketua umum partai dalam penentuan pasangan calon yang diusung.

"Kita sama-sama lihat, Megawati turun tangan saat menentukan Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon gubernur yang diusungPDI-P," kata Qodari dalam sebuah diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

"Begitu pula koalisi Demokrat dengan PPP, PKB, PAN yang kini tengah berupaya memunculkan nama baru selaku pesaing Ahok," ujarnya.

Terlebih, menurut Qodari, jelang Pilkada DKI Jakarta, partai tak lagi terpolarisasi berdasarkan koalisi yang dibangun di tingkat nasional saat ini.

Sebab, bila berkaca kepada koalisi di tingkat nasional, semestinya PAN, PPP, dan PKB masuk ke dalam koalisi pengusung Ahok.

"Makanya ini bisa dibilang "pilgub rasa pilpres". Karena para ketua umum partai sampai turun tangan langsung untuk menentukan calon gubernur yang bertanding," ucap Qodari.

Ia memprediksi Pilkada DKI kali ini bakal terdiri dari dua hingga tiga pasangan calon.

"Ada poros Teuku Umar yang merepresentasikan para pengusung Ahok. Dan pesaing Ahok bisa dari Poros Cikeas yang merepresentasikan Demokrat dan koalisinya. Terakhir poros Hambalang sebagai representasi Gerindra dan PKS," ujar Qodari.

"Tapi bisa juga Gerindra dan PKS bergabung ke Poros Cikeas," lanjut dia.

PDI Perjuangan resmi memutuskan untuk kembali mengusung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayatdalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Pengusungan ini menyusul NasdemHanura, dan Golkar yang lebih dulu mendeklarasikan diri bakal mengusung Ahok di Pilkada DKI.

Sehari setelahnya, empat partai mengadakan rapat konsolidasi di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (21/9/2016) malam dan berakhir Kamis (22/9/2016) dini hari.

Rapat konsolidasi semalam dilakukan untuk mencari calon pasangan penantang bagi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang telah mendaftar lebih dulu ke KPU DKI. Jakarta.

Adapun, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan pembahasan bersama elite Partai Keadilan Sejahtera di kediaman Prabowo di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Prabowo kemudian merapat ke Cikeas bersama Presiden PKS Sohibul Iman.

 http://nasional.kompas.com/read/2016/09/22/22041751/konstelasi.politik.pilkada.dki.dinilai.representasikan.pemilu.2019

z